Kompas.com - 25/11/2016, 17:34 WIB
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com – Pemerintah pusat hanya mengabulkan separuh dari pengajuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang Garut dan longsor Kuningan. Sebelumnya, Garut mengajukan dana rehabilitasi dan rekonstruksi Rp 31 miliar, sedangkan Kuningan Rp 27 miliar.

“Yang dikabulkan hanya Rp 14 miliar untuk Garut dan Rp 13 miliar untuk Kuningan,” ujar Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa saat dihubungi, Jumat (25/11/2016).

Iwa menjelaskan, dana hibah untuk seluruh daerah di Indonesia pada 2016 mengalami penurunan. Pusat hanya mengalokasikan Rp 750 miliar untuk dana pasca-bencana yang semula Rp 1,5 triliun per tahunnya.

Karena itu, dia menyarankan Pemkab Garut dan Kuningan memiliki skala prioritas dalam menggunakan dana hibah tersebut. Kedua pemkab harus segera merevisi kegiatan rehab dan rekon dan menyesuaikannya dengan dana yang ada.

"Selain dana hibah rehabilitas dan rekontruksi, pusat pun mengucurkan anggaran 1 persen dari total dana rehab rekon yaitu sebesar Rp 270 juta untuk monitoring dan evaluasi yang akan dilakukan oleh BPBD Jabar melalui supervisi BNPB," ujar dia.

Anggaran tersebut, lanjut Iwa, efektif sejak penandatanganan atau 24 November 2016 hingga 24 November 2017 dan program-program rehab rekon harus selesai pada jangka waktu tersebut.

“Ada perbedaan pertanggungjawaban tidak mengikuti tahun anggaran habis 2016, tapi berdasarkan waktu penerimaan dana hibah sesuai dengan arahan dirjen perimbangan keuangan daerah dan BNPB,” ucapnya.

Iwa menjelaskan, selain Garut dan Kuningan, pihaknya mengajukan Sumedang dan Subang karena keduanya mengalami bencana di 2016. Namun karena adanya pengurangan, pusat pun melakukan skala priotas daerah.

"Pengurangan dana hibah hampir 50 persen, jadi ada pengurangan skala prioritas. Dari Jabar, setelah diverifikasi dan divalidasi BNPB, Garut dan Kuningan yang mendapatkan dana rehab rekon. Pertimbangannya karena tingkat kerusakan , tingkat dampak, dan risiko yang paling besar," ujar dia.

Meski demikian, Sumedang maupun Subang tetap diusulkan untuk mendapatkan dana rehab rekon dari pusat tahun depan. Dia yakin keduanya bisa mendapatkan dana tersebut mengingat program tax amnesty terbilang berhasil.

Provinsi sendiri, lanjut Iwa, tidak menambah dana rehab rekon untuk Subang dan Sumedang. Sebab, provinsi telah mengucurkan dana selama tanggap darurat bencana.

"Jadi ada pembagian. Kami saat tanggap darurat, pusat pasca-bencana,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.