Massa Desak Pembebasan Yusniar yang Diadili karena "Curhat" di Facebook - Kompas.com

Massa Desak Pembebasan Yusniar yang Diadili karena "Curhat" di Facebook

Kompas.com - 16/11/2016, 13:30 WIB
Kontributor Makassar, Hendra Cipto Massa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Demokrasi mendukung Yusniar dan menggelar aksi unjukrasa di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (16/11/2016).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kasus yang menjerat seorang ibu rumah tangga (IRT), Yusniar (28), warga Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, menarik perhatian banyak pihak.

Bahkan, puluhan aktivis dari lembaga hukum dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) meminta pembebasan Yusniar dan memproses hukum anggota DPRD Jeneponto, Sudirman Sijaya.

Sebelum sidang lanjutan kasus Yusniar yang dijerat Undang-undang Informasi dan Teknologi Elektronik ( UU ITE) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (16/11/2016), massa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Demokrasi melakukan aksi unjuk rasa.

Baca juga: Curhat di Facebook karena Rumah Dirusak Anggota DPRD, Yusniar Disidang

Massa melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup mulut sambil membentangkan spanduk. Pada spanduk pendemo bertuliskan, Kopidemo Bebaskan Yusniar (Koalisi Peduli Demokrasi) Makassar Darurat Demokrasi.

Di spanduk itu pun terdapat tuntutan-tuntutan, massa yakni "Jangan Bungkam Perempuan", "Makassar Darurat Demokrasi", "Wujudkan Demokrasi Sejati", "Makassar Darurat ITE", "Gara-gara UU ITE", "Save Yusniar".

Adapun massa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Demokrasi dari LBH Makassar, LBH Apik, SP-Angin Mammiri, Komunal, Yasmib, FMD, SGMK, Pembebasan, BEM FAI UMI, LPMH, UH, Kohati Maktim, KP-JKB, PMII Rayon Agama, YLBHM, Gema Demokrasi, Safenat, Human Ilumination, PPR, KPI Jeneponto, LBH Pers Makassar, Kontras Sulawesi, Tanah Indie, dan Kelas Literasi.

Di spanduk lain yang dibawa pendemo bertuliskan "Bebaskan Yusniar dan Proses Hukum Sudirman Sijaya".

Aksi ini digelar tepat di pintu belakang PN Makassar dan dipasang kain putih yang dibubuhi tanda tangan.

Pengunjung PN Makassar yang simpati atas kasus yang menimpa Yusniar ikut membubuhkan tanda tangan di kain putih tersebut.

Sinta, salah seorang pendemo dari kalangan mahasiswi, mengatakan, kasus yang menjerat Yusniar adalah salah satu produk hukum yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Dia menganggap kasus Yusniar dipaksakan dan hukum berpihak kepada pejabat.

"Kenapa hanya kasus Yusniar saja diproses, sedangkan laporan terhadap anggota DPRD Jeneponto, Sudirman Sijaya tidak diproses. Dalam kasus itu kan ada rentetan, dimana Sudirman Sijaya menyuruh orang melakukan perusakan rumah," jelasnya.

"Gara-gara rumahnya dirusak, Yusniar pun curhat di Facebook. Dalam curhatnya juga, Yusniar tidak menyebut nama. Kenapa kasus ini diproses sepihak, sedangkan laporan Yusniar terhadap Sudirman Sijaya tidak diproses," katanya.

Diketahui, gara-gara "curhat" di media sosial (Medsos) Facebook bahwa rumahnya telah dirusak oleh anggota DPRD Jeneponto, seorang ibu rumah tangga (IRT), Yusniar (28), ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Makassar.

Kasus tersebut telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Dalam nota pembelaan yang dibacakan oleh tim kuasa hukum, Yusniar dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menolak dakwaan jaksa terhadap terdakwa yang telah menghina dan mencemarkan nama baik anggota DPRD Jeneponto dari Partai Gerindra, Sudirman Sijaya.


EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya

Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Regional
Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Nasional
Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Nasional
5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

Regional
Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Regional
Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Internasional
Pendaki Wanita Berjuluk 'Bikini Hiker' Tewas Membeku di Taiwan

Pendaki Wanita Berjuluk "Bikini Hiker" Tewas Membeku di Taiwan

Internasional
Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Nasional
Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Nasional
Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Internasional
Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Nasional
Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Megapolitan
Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

Megapolitan
BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

Nasional
Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

Regional

Close Ads X