Kompas.com - 14/11/2016, 17:11 WIB
Warga negara Pakistan Muhammad Riaz atau Mr Khan dihukum mati karena terbukti impor narkotika seberat 97 kg di dalam mesin genset yang diselundupkan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (14/11/2016). KOMPAS.com/Nazar NurdinWarga negara Pakistan Muhammad Riaz atau Mr Khan dihukum mati karena terbukti impor narkotika seberat 97 kg di dalam mesin genset yang diselundupkan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (14/11/2016).
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, akhirnya menghukum mati salah seorang warga negara Pakistan Muhammad Riaz atau Mr Khan.

Menurut hakim, terdakwa terbukti mengimpor narkotika jenis sabu seberat 97 kg serta berperan di balik semua transaksi impor narkotika.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana mati," kata Lasito, ketua majelis hakim PN Semarang Jalan Siliwangi, Senin (14/11/2016) sore.

Mr Khan terbukti telah melakukan permufakatan jahat dengan mengimpor sabu lebih dari lima gram. Tindakannya tidak sesuai pasal 113 ayat 2 junto 132 UU narkotika sebagaimana dalam dakwaan subsider.

Terdakwa juga secara mengimpor sabu secara tanpa hak, lantaran tidak ada izin dari Kementerian Kesehatan. Tindakannya juga melawan hukum karena melanggar ketentuan UU.

"Dakwaan subsider secara sah dan meyakinkan terbukti untuk seluruhnya," ujarnya didampingi hakim Ahmad Dimyati dan Sulistiyono.

Hakim juga membuktikan bahwa di dalam ponsel terdakwa yang disita petugas, ditemukan percakapan antara dirinya dengan terdakwa lain untuk melakukan impor genset yang didalaminya berisi sabu seberat 97 kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alat komunikasi ditemukan berupa e-mail yang mengatasnamakan Joe Alexander. Hakim memastikan terdkwa Mr Khan adalah Joe Alexander itu sendiri.

Oleh karena itu, Pengadilan tidak sepakat jika nota pembelaan terdakwa meminta untuk dibebaskan. Selain itu, terdakwa mampu untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

"Tidak ada hal yang membatalkan hukuman," tambah hakim.

Dalam perkara ini, Mr Khan keberatan dengan dakwaan karena kedatangannya ke Indonesia adalah untuk berdagang, bukan untuk mengedarkan narkotika.

"Saya investasi untuk orang Indonesia, malah di Indonesia dijadikan kriminal. Saya mohon agar mempertimbangkan hukuman," kata Riaz.

Selain Riaz, ada tujuh terdakwa lain yang dituntut hukuman berbeda. Dua warga negara asing lainnya dituntut mati, tiga WNI dituntut seumur hidup dan dua sisanya dituntut 18 tahun dan denda Rp 1 miliar.

(Baca juga: Istri Gembong Sabu Asal Pakistan Dituntut 18 Tahun Penjara)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.