Magelang Segera Terapkan E-Tilang, Pelanggar Tak Perlu Ikut Sidang

Kompas.com - 08/11/2016, 18:08 WIB
Aplikasi E-Tilang ntmcpolri.info.Aplikasi E-Tilang
|
EditorErlangga Djumena

MAGELANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota, Jawa Tengah, akan menerapkan e-tilang bagi warga yang terbukti melanggar peraturan lalu lintas.

Kepala Polres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menjelaskan e-tilang adalah sistem baru yang dirancang Korlantas Polri dalam upaya penegakan hukum menggunakan aplikasi.

Secara teknis, kata Edi, nantinya petugas mencatat pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara di dalam aplikasi e-tilang.

"Setelah dicatat jenis pelanggarannya akan diketahui besaran jumlah denda yang harus dibayarkan pelanggar. Lalu, pelanggar dapat membayarkan denda tersebut melalui ATM, SMS banking atau bank terdekat," ujarnya, Selasa (8/11/2016).

Menurut dia, aplikasi tersebut nantinya akan terkoneksi ke kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan bank yang telah ditunjuk. Sehingga pelanggar tidak perlu mengikuti sidang tilang di pengadilan.

"Jadi pelanggar tidak bisa menitipkan uang kepada petugas. Mereka tinggal nunjukan struk atau bukti pembayaran saja ke petugas dan langsung ambil STNK atau SIM yang ditahan oleh petugas," sebutnya.

Edi mengatakan, sistem ini menjadi terobosan untuk memberantas aksi pungutan liar (pungli) ataupun penyimpangan lainnya. Sebab, sistem ini mengurangi interaksi langsung antara pelanggar dengan petugas di lapangan.

Edi berujar, sistem ini baru akan diterapkan di Semarang, Surakarta, dan Magelang sebagai wilayah pilot project di Jawa Tengah. Hanya saja Edi belum dapat memastikan kapan sistem ini akan diterapkan secara resmi karena saat ini masih dalam proses sosialisasi, persiapan, serta pelatihan terhadap petugas.

Di samping itu, masih ada hal-hal yang masih perlu dikaji, antara lain jika waktu pelanggaran terjadi pada malam hari, pelanggar tidak memiliki ATM , lalu sistem audit pascapembayaran denda dan lainnya.

"Kalau semua sudah siap maka sistem ini bisa diterapkan. Kemungkinan awal tahun 2017," katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeran Pria Video Mesum di Ruang Isolasi RSUD Dompu Diduga Oknum Polisi

Pemeran Pria Video Mesum di Ruang Isolasi RSUD Dompu Diduga Oknum Polisi

Regional
Polisi Selidiki Mayat Pria Mengambang di Perairan Cirebon, Sebagian Kukunya Diwarnai

Polisi Selidiki Mayat Pria Mengambang di Perairan Cirebon, Sebagian Kukunya Diwarnai

Regional
Bunga Langka Rafflesia Tuan-Mudae Mekar di Cagar Alam Maninjau

Bunga Langka Rafflesia Tuan-Mudae Mekar di Cagar Alam Maninjau

Regional
Hujan Deras Sebabkan Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Cianjur Ambruk, Jalan Tertutup Longsor

Hujan Deras Sebabkan Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Cianjur Ambruk, Jalan Tertutup Longsor

Regional
Diduga Setubuhi 9 Muridnya, Pemilik Sanggar Tari dengan Modus Pengobatan Kunci Batin

Diduga Setubuhi 9 Muridnya, Pemilik Sanggar Tari dengan Modus Pengobatan Kunci Batin

Regional
2 Pegawai RSUD Dompu Jadi Tersangka Kasus Video Mesum Pasien di Ruang Isolasi, Ini Perannya

2 Pegawai RSUD Dompu Jadi Tersangka Kasus Video Mesum Pasien di Ruang Isolasi, Ini Perannya

Regional
Menang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Janji Tak Akan Euforia Berlebihan

Menang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Janji Tak Akan Euforia Berlebihan

Regional
Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang, Bangunan SMP di Cianjur Ambruk

Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang, Bangunan SMP di Cianjur Ambruk

Regional
Ahli ITB Jelaskan 3 Proses Utama Meletusnya Gunung Api, Ada Pengaruh Gerhana Matahari dan Bulan

Ahli ITB Jelaskan 3 Proses Utama Meletusnya Gunung Api, Ada Pengaruh Gerhana Matahari dan Bulan

Regional
Bupati Sleman Terjangkit Covid-19 Usai Divaksinasi, Ini Penjelasan Dinkes

Bupati Sleman Terjangkit Covid-19 Usai Divaksinasi, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Keberatan Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Bupati: Kalau Enggak Mau Silakan Balik Arah

Keberatan Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Bupati: Kalau Enggak Mau Silakan Balik Arah

Regional
Saat Gerbong Kereta hingga Bangsal Orang Sakit Jiwa Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Saat Gerbong Kereta hingga Bangsal Orang Sakit Jiwa Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Regional
Hamil 6 Bulan, Karyawati Retail Modern Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Gudang, Diduga Dianiaya

Hamil 6 Bulan, Karyawati Retail Modern Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Gudang, Diduga Dianiaya

Regional
Terdampak Pandemi, Bule Asal Belanda Buka Warung Mi Ayam 'Telolet'

Terdampak Pandemi, Bule Asal Belanda Buka Warung Mi Ayam "Telolet"

Regional
Satu Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

Satu Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X