Kompas.com - 24/10/2016, 18:35 WIB
Banjir di pintu tol Pasteur, tepatnya di depan Bandung Trade Center, Kota Bandung. dok. PT Jasa Marga Persero TbkBanjir di pintu tol Pasteur, tepatnya di depan Bandung Trade Center, Kota Bandung.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com – Dewan Eksekutif Kemitraan Habitat, Nirwono Joga menilai, banjir yang terjadi di beberapa titik di Kota Bandung memperlihatkan komitmen pemerintah untuk melindungi warganya masih rendah.

“Komitmen (pemerintah) melindungi warga rendah. Begitu kejadian (banjir) baru ribut. Begitu kejadian lewat, kembali sepi,” ujar Nirwono saat dihubungi Kompas.com melalui saluran teleponnya, Senin (24/1/2016).

Baca juga: Ade Tewas Terseret Banjir Saat Hendak Tolong Seorang Perempuan

Pakar tata ruang ini melihat, ada berbagai hal yang harus segera dibenahi Kota Bandung. Pertama, revitalisasi saluran drainase. Saat ini, saluran air di Kota Bandung hanya 1,5 meter. Dengan kondisi saat ini membutuhkan daya tampung besar, sehingga saluran air harus diperbesar menjadi 2,5 sampai 3 meter.

“Saluran air di Kota Bandung masih peninggalan zaman Belanda,” tuturnya.

Kedua, pandangan pemerintah untuk mengatasi banjir terbalik. Selama ini, pemerintah berpikir bagaimana membuang air sebanyak-banyaknya ketika hujan turun. Padahal seharusnya, bagaimana air tersebut ditampung. Jadi, ketika turun hujan, air mengalir melalui saluran dan bermuara di kolam buatan, waduk, danau buatan, dan lainnya.

“Setiap taman, lapangan, parkir, di bawahnya bisa dibuat kolam buatan. Setiap kavling juga begitu, harusnya bertanggung jawab membuat sumur resapan,” terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seharusnya, kata Nirwono, Pemkot Bandung memiliki rencana induk saluran air (eko drainase) mulai dari primer, sekunder, hingga tersier yang terhubung satu sama lain. Dalam rencana induk ini nantinya akan terlihat kemana larinya air dan akan bermuara di mana.

“Di Indonesia belum ada yang menerapkan. Kalau ingin mencontoh, Melbourne tempat yang tepat. Melbourne menjadi kota paling layak huni karena upaya memperbaiki saluran air,” ucapnya.

Hal lainnya adalah memperbanyak ruang terbuka hijau. Ia menilai, mempercantik taman berbeda dengan menambah taman, dan saat ini Bandung membutuhkan penambahan RTH.

“Topografi Bandung itu kaya mangkuk. Kalau tidak ada RTH, banjir akan semakin tinggi (setiap tahun). Apakah RTH Bandung sudah 30 persen?” imbuhnya.

Baca juga: Banjir di Jalan Pasteur akibat Luapan Air Sungai dan Sampah

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.