Polisi Temukan 500 Kilogram Emas Palsu "Palu Arit" dari Dimas Kanjeng

Kompas.com - 04/10/2016, 16:36 WIB
Barang-barang Kontributor Surabaya, Achmad FaizalBarang-barang "ajaib" Dimas Kanjeng disita Polda Jatim.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Emas palsu yang ditemukan tim penyidik dari Polda Jatim dan Polda Sulsel di rumah korban Kanjeng Taat Pribadi, almarhumah Najmiah di perumahan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Jl Sunu, Makassar, mencapai 500 kilogram.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Polda Sulsel Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Anton Charliyan kepada wartawan seusai melakukan penggeledahan di rumah almarhumah Najmiah, Selasa (4/10/2016).

Baca juga: Setor Rp 200 Miliar ke Dimas Kanjeng, Pengusaha Ini Diberi Emas dan Uang Palsu

Menurut Anton, selain 500 kilogram emas batangan palsu bergambar palu arit, polisi juga menemukan 1 koper uang asing palsu dari berbagai negara. Turut serta disita beberapa ikat atau blok kertas putih polos yang telah dipotong-potong sebesar ukuran uang dan tiga buah keris pemberian Kanjeng Dimas Taat Pribadi.

"Total emas palsu sekitar 500 kilogram lebih, uang palsu dari berbagai negara. Beberapa ikat kertas polos terbungkus kertas kopi yang kata Kanjeng isi blok itu uang semua. Jadi ada 9 peti ajaib yang kata Kanjeng isinya emas dan uang tidak akan habis-habis. Di sinilah penipuannya semua Kanjeng dan semuanya akan dibawa ke Labfor Polda Jawa Timur untuk diteliti lebih lanjut," tuturnya.

Baca juga: Ini Barang-barang "Ajaib" yang Diberikan Dimas Kanjeng kepada Pengikutnya

Anton mengungkapkan, terdapat 3.000-an lebih pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang tersebar di Sulsel. Namun Polda Sulsel yang telah membuka posko pengaduan Kanjeng belum meneima laporan para korban.

"Baru 1 korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ada di Makassar melapor ke Polda Jatim, yakni keluarga almarhum Najmiah," kata Anton.

Terkait dengan kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pihaknya juga akan memeriksa 9 orang saksi korban.

Kompas TV Dimas Kanjeng, Otak Pembunuhan Dua Santrinya?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.