Kompas.com - 29/09/2016, 19:16 WIB
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo menyatakan tahapan pencarian korban banjir bandang Garut diperpanjang selama enam hari atau sampai 3 Oktober 2016.

"Sebelumnya pencarian diperpanjang tiga hari sampai besok (Jumat) tapi berdasarkan pertimbangan diperpanjang lagi tiga hari sampai tanggal 3 Oktober," kata Soelistyo seusai mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo di Garut, Jabar, Kamis (29/9/2016).

Ia menuturkan pencarian korban banjir yang hilang merupakan tanggung jawab Basarnas untuk terus berupaya mencari korban dengan kekuatan maksimal dan aturan yang berlaku.

Jika sampai batas waktu tambahan belum juga ditemukan, Soelistyo menyatakan tetap akan memantau terus setiap perkembangannya.

"Meskipun operasi ditutup, bukan berarti kita tidak monitor, kita terus pantau, kalau ada tanda-tanda kita bergerak," katanya.

Ia menyampaikan waktu tambahan pencarian itu akan difokuskan di kawasan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, karena disinyalir korban banjir Garut terbawa arus hingga jauh.

Selain itu, lanjut dia, ada enam orang korban banjir Garut yang ditemukan petugas gabungan di Waduk Jatigede.

"Beberapa waktu lalu sudah ditemukan enam korban di sana," katanya.

Ia menambahkan tim pencarian melibatkan 120 orang terdiri dari unsur Basarnas dan sukarelawan lainnya yang terbagi ke empat titik pencarian Waduk Jatigede.

"Ada sasaran pencarian yaitu empat lokasi pulau, ada juga Desa Gurandil," katanya.

Selain kesiapan personel, kata dia, berbagai peralatan yang menunjang proses pencarian juga diterjunkan, seperti alat berat yang dapat mengapung di air, dan "drone" atau pesawat tanpa awak.

"Drone kita masih di sana, tambah ada perahu karet untuk melakukan pencarian saudara kita korban banjir," katanya.

Selama diberlakukannya tanggap darurat atau tujuh hari sejak kejadian banjir bandang, Selasa (20/9/2016) korban banjir bandang ditemukan sementara 34 orang, dan dilaporkan warga hilang sebanyak 19 orang.

 

Kompas TV Tim SAR Masih Cari 19 Korban Banjir Bandang Garut
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.