Dituduh Mencuri di Ladang Sendiri, Nurdin Minta Majelis Hakim Batalkan Dakwaan

Kompas.com - 27/09/2016, 22:46 WIB
Ilustrasi: kelapa sawit KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAIlustrasi: kelapa sawit
|
EditorErlangga Djumena

BENGKULU, KOMPAS.com - Nurdin (60) petani warga Desa Rawa Indah, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu yang dituduh mencuri buah kelapa sawit milik PT Agri Andalas mengajukan keberatan pada majelis hakim di Pengadilan Negeri Tais, Selasa (27/9/2016).

Melalui enam kuasa hukumnya, Nurdin menyampaikan enam keberatan. Pertama dakwaan jaksa dianggap salah menerapkan pasal KUHP.

"Jaksa seharusnya menerapkan pasal 364 bukan pasal 362, karena Nurdin tidak mencuri di dalam rumah atau di pekarangan yang ada rumahnya. Nurdin memanen sawit di kebun kelapa sawit miliknya sendiri," kata salah seorang kuasa hukum Nurdin, Firnandes Maurisya.

Firnandes menguatkan, berdasarkan ketentuan ini, seharusnya Nurdin tidak dipenjara.

Baca: Enam Pengacara Bela Petani yang Dituduh Mencuri Sawit di Kebunnya Sendiri

Kedua, lanjut dia, dalam dakwaan nilai kerugian PT Agri Andalas sebesar Rp 740.000, sementara sesuai dengan PerMA nomor 2 tahun 2012 tentang penyesuaian kerugian batas Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan jumlah denda sebagaimana diatur pasal 364 senilai Rp 250 harus dibaca tidak kurang dari Rp 2,5 juta.

"Ketiga, kami juga keberatan dalam dakwaan tidak dijelaskan adanya saksi fakta yang melihat bahwa Nurdin melakukan pencurian buah kelapa sawit milik perusahaan. Dalam dakwaan, lokasi tindak pidana tidak bersesuaian dengan lokasi milik Nurdin," tambah Firnandes.

Atas pertimbangan tersebut tim kuasa hukum mengajukan permohonan pada majelis hakim agar dakwaan jaksa penuntut umum batal demi hukum dan membebaskan Nurdin dari dakwaan jaksa demi tegaknya hukum.

Permintaan tim kuasa hukum akan ditanggapi majelis hakim pada sidang berikutnya dengan agenda mendengarkan replik dari jaksa.

Pada kesempatan itu, Firnandes Maurisya yang juga menjabat Asosiasi Advokat Indonesia Bengkulu, memeinta Kapolres Seluma untuk berhenti membuat opini publik. "Kita serahkan saja semua ini pada proses hukum yang sedang berjalan," jelasnya.

Sebelumnya Kapolres Seluma, R. Tri Wahyu Budiyanto dalam pernyataan persnya menyebut bahwa Nurdin masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karen telah beberapa kali mencuri buah kelapa sawit milik perusahaan.

Kasus ini sempat menjadi perhatian media lokal karena Nurdin ditangkap dengan tuduhan mencuri di kebun milik perusahaan. Menurut kuasa hukum Nurdin tidak melakukan pencurian namun murni memanen sawit di kebun miliknya sendiri.

Baca; Kisah Petani Seluma yang Dipenjara karena Memanen Sawit di Kebun Sendiri



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Regional
Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X