Penyelundupan Ratusan Terumbu Karang dan Sirip Ikan Hiu Digagalkan

Kompas.com - 15/09/2016, 06:42 WIB
Petugas menunjukkan terumbu karang yang akan dilepasliarkan di kawasan konservasi Gili Nanggu, Sekotong, Lombok Barat, Rabu (14/9/2016). (KOMPAS.com/ foto dokumen BKIPM) Kontributor Mataram, Karnia SeptiaPetugas menunjukkan terumbu karang yang akan dilepasliarkan di kawasan konservasi Gili Nanggu, Sekotong, Lombok Barat, Rabu (14/9/2016). (KOMPAS.com/ foto dokumen BKIPM)
|
EditorErlangga Djumena

MATARAM, KOMPAS.com - Penyelundupan 13 paket berisi ratusan terumbu karang dan sirip ikan hiu digagalkan petugas Balai Karantina Ikan di Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (14/9/2016).

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Mataram, Muhlin mengatakan, digagalkannya penyelundupan terumbu karang ini berawal saat petugas curiga dengan isi sembilan buah paket dari Sumbawa yang akan dikirim ke Bali. Sekitar pukul 10.30 WITA,

BKIPM kelas II Mataram bekerja sama dengan Ditpolair Polda NTB, Polres Lombok Barat dan KP3 Pelabuhan Lembar, memeriksa sembilan paket mencurigakan tersebut. Setelah dibongkar, sembilan buah paket yang dikirim menggunakan bus 'RS' ternyata berisi terumbu karang yang telah dikemas.

Ada sebanyak 352 buah terumbu karang akan dikirim ke Bali. Selanjutnya sekitar pukul 12.00 WITA, petugas kembali mengamankan empat buah paket mencurigakan yang berisi 99 buah terumbu karang dan 391 potong sirip ikan hiu.

Mirip dengan penggagalan sebelumnya, terumbu karang dan sirip ikan hiu yang diduga berasal dari Sumbawa ini juga dikirim menggunakan bus 'TM' dengan tujuan Bali.

"Total dari kedua penggagalan ini sebanyak 451 buah hard coral dan 391 potong sirip ikan hiu berhasil diamankan," kata Muhlin.

Muhlin menjelaskan, hard coral tersebut merupakan hewan yang dilindungi termasuk dalam CITES Appendiks II. Harga terumbu karang tersebut diperkirakan senilai Rp75.000 hingga Rp175.000 per buah atau rata-rata Rp125.000 per buah. Jika ditotal, harga keseluruhanya sekitar Rp56.375.000. Sementara sirip ikan hiu belum diketahui harganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Upaya penggeluaran komoditas tersebut tanpa dilengkapi dokumen karantina hewan, ikan dan tumbuhan, melanggar UU Nomor 16 Tahun 1992. Ancaman hukuman pidana paling lama tiga tahun bui dan denda maksimal Rp150 juta. Namun hingga kini belum ada pelaku yang diamankan petugas.

Pihak balai karantina ikan akan bekerjasama dengan kepolisian untuk menelusuri pemilik maupun penerima paket berisi terumbu karang.

Ratusan hard coral yang berhasil diamankan tersebut kemudian dilepasliarkan di kawasan konservasi Gili Nanggu, Sekotong, Lombok Barat. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.