Kompas.com - 14/09/2016, 16:41 WIB
Risma usai menghadiri seminar di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/4/2016) KOMPAS.com/Achmad FaizalRisma usai menghadiri seminar di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/4/2016)
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS — Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, masih menunggu terbitnya peraturan presiden agar bisa segera membangun trem untuk mengatasi kemacetan kota. Moda transportasi massal itu seharusnya mulai dibangun tahun ini sehingga dapat dioperasikan tahun 2019.

"Semua kajian sudah dilakukan dan sekarang tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Selasa (13/9/2016), di Surabaya.

Pembangunan trem itu mulai dimatangkan tahun 2013 ketika mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proyek lalu disepakati untuk dikerjakan bersama Kementerian Perhubungan, PT KAI, dan Pemerintah Kota Surabaya. Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga telah menyusuri jalur trem lama sebagai acuan aktivitas jalur trem baru.

Menurut Risma, trem merupakan transportasi massal ideal untuk Surabaya dan sudah dipikirkan secara matang.

"Trem nanti melintas di samping jalur pedestrian sehingga jika trem itu berhenti, penumpang mudah masuk dan keluar. Trem juga ramah lingkungan karena bertenaga listrik," ujar Risma.

Trem, ungkap Risma, merupakan moda transportasi yang tidak berdiri sendiri untuk mengatasi kemacetan kota. Selain trem, akan dibangun juga moda angkutan massal cepat berbasis rel, yaitu monorel yang menghubungkan sisi timur dan barat Surabaya. Pemkot Surabaya berencana mengaktifkan moda pengumpan, yaitu bus dan angkutan kota (angkot), untuk mendukung trem dan monorel.

Pengajar di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS, Wahyu Herijanto, mengatakan, trem punya potensi besar untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal. Menurut dia, trem mampu mengangkut penumpang 2.000 orang per jam dan tidak terhambat karena trem punya jalur khusus.

"Trem dengan jalur khusus bisa melaju hingga 30 kilometer per jam di jalan utama Surabaya yang sibuk," kata Wahyu. Mobil pribadi hanya bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 12 km per jam di jalan sama. Masyarakat juga tidak perlu khawatir menunggu lama karena trem akan tersedia di tempat pemberhentian setiap lima menit.

Pengumpan

Menurut Wahyu, jika proyek trem mulai dikerjakan, Pemkot Surabaya harus segera mengelola moda-moda pengumpan. Hal itu untuk memudahkan masyarakat menjangkau tempat pemberhentian trem yang nantinya berjumlah 29 tempat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.