Menteri PPPA Sebut 3.000 Anak Terindikasi Korban Jaringan Prostitusi untuk Gay

Kompas.com - 08/09/2016, 23:24 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise saat mengunjungi RSUD Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2016) petang. RSUD Ambarawa adalah salah satu rumah sakit ramah anak di Indonesia. Kontributor Ungaran, Syahrul MunirMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise saat mengunjungi RSUD Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2016) petang. RSUD Ambarawa adalah salah satu rumah sakit ramah anak di Indonesia.
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Sedikitnya 3.000 anak di Indonesia terindikasi menjadi korban jaringan prostitusi anak untuk kaum gay.

Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise saat mengunjungi Puskesmas Ramah Anak di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2016) petang.

Data tersebut sebenarnya telah diungkap oleh Kementerian PPPA tahun lalu dan sekarang mulai terbongkar dengan terungkapnya kasus di Bogor.

Apakah ke 3.000 anak tersebut berkaitan dengan jaringan prostitusi yang diungkap di Bogor atau tidak, hal ini masih terus diselidiki oleh Polri.

"Saya berharap jaringan ini harus dideteksi dengan benar agar kami bisa melihat berapa jumlah sesungguhnya anak- anak yang terlibat dan harus diamankan agar tidak mempengaruhi anak- anak yang lain," kata Yohana.

Saat ini kementeriannya terus mengggencarkan dan memperkuat sosialisasi bersama kementerian terkait dan organisasi perempuan untuk mendorong kesadaran orangtua dalam menjaga dan melindungi anak-anaknya.

Sementara dari sisi regulasi, Kementerian PPPA juga telah membuat draf RUU Pengasuhan Keluarga yang terus diupayakan untuk disetujui dan disahkan menjadi Undang undang sehingga efektif untuk melindungi anak- anak ke depan.

Yohana melihat dalam persoalan perlindungan terhadapanak ini, keluarga merupakan kunci yang utama. "Khususnya dalam mengasuh dan mendidik anak- anak," ucapnya.

Sementara terkait dengan perkembangan penanganan kasus prostitusi anak untuk kaum gay di Bogor, kini tengah dikaji untuk menjerat para pelakunya dengan pasal berlapis. Yakni Undang Undang Perlindungan Anak, Tindak Pidana perdagangan Orang serta Undang Undang Pornografi.

"Kasus ini akan terus kita kawal dan kita telah berkoordinasi dengan Polri, untuk memantau perkembangan kasusnya seperti apa. Juga dengan Kemensos agar anak- anak ini secepatnya dipulihkan agar, bisa segera kembali ke bangku sekolah," kata Yohana.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X