Kompas.com - 29/08/2016, 15:29 WIB
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah rukun warga di Kota Yogyakarta yang mendeklarasikan diri sebagai rukun warga bebas asap rokok terus bertambah. Kini, jumlahnya mencapai 103 rukun warga.

"Jumlahnya terus bertambah meskipun persentasenya baru sekitar 15 persen jika dibanding jumlah rukun warga yang ada di Kota Yogyakarta. Kami mendampingi untuk membangun komitmen warga," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya di Yogyakarta, Minggu (29/8/2016).

Menurut dia, pembentukan rukun warga bebas asap rokok di Kota Yogyakarta itu sudah dimulai sejak 2009 dengan bantuan dan fasilitasi dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta puskesmas setempat.

Sejak tahun ini, Tri Mardaya menyebutkan, antusiasme masyarakat untuk membentuk rukun warga bebas asap rokok semakin meningkat berbarengan dengan pelimpahan wewenang ke kecamatan dan kelurahan.

Pada hari Minggu, RW 17,18,19,20 dan 21 di Kampung Nyutran, Kelurahan Wirogunan, Kota Yogyakarta, mendeklarasikan diri sebagai RW Bebas Asap Rokok.

Setiap rukun warga bebas asap rokok biasanya memiliki sejumlah aturan, di antaranya larangan merokok di dalam rumah dan larangan merokok saat pertemuan warga.

Aturan tersebut, lanjut dia, justru lebih ketat dibanding aturan yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 17 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Di dalam peraturan wali kota tersebut tidak diatur mengenai larangan merokok di dalam rumah maupun di pertemuan warga.

"Aturannya justru lebih ketat dibanding peraturan wali kota maupun di dalam rancangan peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok yang dibahas. Ada kearifan lokal yang dimasukkan oleh masyarakat di wilayah," tuturnya.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menargetkan, 90 persen rukun warga sudah mendeklarasikan diri sebagai rukun warga bebas asap rokok pada 2021.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyebut, peraturan terkait kawasan tanpa rokok bukan ditujukan untuk melarang masyarakat merokok.

"Aturan ini ditujukan untuk membangun komitmen menghargai orang yang tidak merokok. Nilai menghargai orang lain ini yang lebih penting," ujarnya.

Haryadi juga mengapresiasi aturan dari RW bebas asap rokok yang melarang warga di wilayah tersebut merokok di dalam rumah atau saat pertemuan warga.

"Bisa saja, perokok ini tidak menyadari jika di dekat mereka ada bayi atau anak-anak. Harapannya, warga bisa saling menghargai," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.