Lepaskan Jabatan Manajer di Perusahaan Asing, Pria Ini Memilih Jadi Petani

Kompas.com - 22/08/2016, 15:27 WIB
Aluysius Adiyo Agung (42), mantan petinggi perusahaan asing yang banting stir menjadi petani. KOMPAS.com/ WISMABRATAAluysius Adiyo Agung (42), mantan petinggi perusahaan asing yang banting stir menjadi petani.
|
EditorFarid Assifa

"Saat proses belajar itu, saya mengenal bagaimana mengolah tanah dalam pertanian," katanya.

Mengolah tanah sebelum masa tanam menjadi kelebihan dari Agung. Menurut Agung, pemberian pupuk yang tepat dengan komposisi yang pas serta mempertimbangkan kandungan mikroba di dalam tanah serta memperhatikan kondisi alam menjadi elemen penting untuk panen padi yang baik.

Namun demikian, Agung mengakui menerapkan penjualan hasil panennya dengan cara direct selling.

"Saya jual ke rumah-rumah dan ke teman-teman saya, kadang bolak-balik Jakarta-Solo untuk menawarkan beras," kata Agung.

Pantang mundur

Ambisinya menjadi petani sukses belum berjalan mulus. Sekitar tahun 2010 awal pertama menanam padi, ia mengalami gagal panen dan kerugian mencapai puluhan juta. Kerugian itu ditanggung sendiri oleh pria asal Kecamatan Wedi, Klaten, tersebut.

"Saya tidak punya lahan sawah sendiri, jadi saya berusaha mencari lahan sawah yang disewakan oleh warga. Setelah dapat, saya mencoba menanam padi," jelasnya.

Namun, gagal panen tidak menyurutkan semangat Agung untuk tetap bertani. Ia pun menguras tabungan pribadi Rp 80 juta dan menjual mobil Rp 100 juta untuk modal bertani. Uang itu dipakai untuk sewa lahan hingga membeli pupuk.

"Waktu itu bisa panen 60 ton dan saya untung lumayan. Lalu saya coba tanam dan gagal panen karena musim hujan. Tapi juga pernah gagal karena hujan terus-menerus dan tidak ada beras yang bisa dijual," kenang Agung.

Seiring berjalannya waktu, Agung merasa lega sudah dapat membelikan sang istri, Cecilia Rita Suryaningtyas, sebuah mobil dari hasil panen padinya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pusat Tolak Kenaikan UMP, Ganjar: Jateng Naik 3,27 Persen

Pusat Tolak Kenaikan UMP, Ganjar: Jateng Naik 3,27 Persen

Regional
Menyoal Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Tak Ada Kerusakan Candi dan Balai Konservasi Lakukan Evaluasi

Menyoal Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Tak Ada Kerusakan Candi dan Balai Konservasi Lakukan Evaluasi

Regional
Pengakuan Pesepeda yang Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes: Panas di Kulit, Celana sampai Rusak

Pengakuan Pesepeda yang Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes: Panas di Kulit, Celana sampai Rusak

Regional
Sebuah Buku Catatan dan Bayi Perempuan di Depan Panti Asuhan

Sebuah Buku Catatan dan Bayi Perempuan di Depan Panti Asuhan

Regional
Menyoal Penetapan Tersangka Bahar bin Smith, Korban Sudah Mencabut Laporan, Polda Membantah

Menyoal Penetapan Tersangka Bahar bin Smith, Korban Sudah Mencabut Laporan, Polda Membantah

Regional
Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X