Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/08/2016, 20:20 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BIMA, KOMPAS.com - Ratusan siswa SD Negeri Tongga, Desa Bala, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terpaksa belajar di emperan sekolah beralaskan lantai.

Para siswa terpaksa belajar seperti itu karena sejak 11 hari lalu seorang warga yang mengaku ahli waris tanah tempat sekolah tersebut menyegel ruang kelas.

Warga bernama Ramli itu mengklaim sebagai pemilik tanah tersebut. Ia juga mengajar di sekolah itu sebagai guru honorer.

Karena tidak mendapat ganti rugi dari pemerintah, Ramli menyegel sekolah dengan memalangkan kayu yang dipaku menyilang di pintu ruang kelas.

"Ini adalah tanah warisan dari orangtua saya. Saya sudah meminta ganti rugi, tapi sampai hari ini belum juga dibayar oleh pemerintah," kata Ramli kepada wartawan, Kamis (4/8/2016).

Menurut Ramli, lahan seluas 50 are itu telah diklaim oleh pemerintah setempat dengan alasan telah dihibahkan oleh orangtuanya sejak 8 tahun silam. Ramli menyebut pemerintah tidak mengantongi akta hibah.

"Kalau memang sudah dihibahkan, tunjukkan akta hibahnya. Jangan asal klaim," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN Tongga Ikhsan Ikhsan mengatakan, penyegelan sekolah itu sudah berlangsung sejak 25 Juni 2016 hingga sekarang. Ia tidak dapat berbuat banyak sambil menunggu kepastian tentang status sekolah itu.

:Kami hanya bisa pasrah, kami juga tidak tahu sampai kapan sekolah ini disegel," kata Ikhsan.

Dia mengatakan, semua ruangan belajar-mengajar mulai dari ruangan kelas I hingga kelas VI telah disegel. Para siswa tidak bisa masuk ke ruangan tersebut.

"Kami terpaksa melakukan proses belajar mengajar di luar ruangan karena semua ruang kelas telah disegel," kata Ikhsan.

Dia mengakui sempat ingin meliburkan siswa setelah sekolahnya disegel. Namun, karena minat belajar siswa cukup tingggi, niat itu diurungkan. Sejauh ini proses belajar-mengajar tetap berjalan.

Melihat para siswa yang tidak nyaman belajar di teras sekolah, Ikhsan beberapa kali mencoba membujuk Ramli agar membuka penyegelan, namun tidak membuahkan hasil.

"Dia tetap bersikeras melakukan penyegelan sekolah sebelum tuntutannya dipenuhi. Bahkan sudah dua kali kami melakukan pendekatan, tapi tetap tidak dihiraukan," ujarnya.

Ikhsan berharap agar dinas terkait segera mengambil tindakan sehingga masalah ini segera teratasi.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima Nasrullah menyatakan belum bisa mengambil tindakan sebelum ada intruksi dari kepala dinas setempat.

"Kalau sudah ada intruksi, nanti kita turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran adanya penyegelan sekolah itu," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disablitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disablitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.