Kompas.com - 02/08/2016, 08:49 WIB
Pisang Indonesia mulai menembus pasar ketat Jepang. ThinkstockPisang Indonesia mulai menembus pasar ketat Jepang.
EditorErlangga Djumena

BANTUL, KOMPAS.com - Lasiyo Syaifudin, seorang petani pisang dari Kabupaten Bantul berkesempatan untuk mengenalkan pisang dan teknik budidayanya ke dunia internasional.

Dia akan mengikuti pertemuan Salone del Gustro Terra Madre (SGTM) di Italia bulan September 2016 mendatang.

Lasiyo diberangkatkan oleh kelompok Slow Food Yogyakarta yang konsen terhadap keberagaman tanaman pisang (Musa Paradisiaca) di Indonesia.

Mereka melirik Lasiyo dan kelompok taninya di Dusun Ponggok yang sudah menggeluti bidang pertanian dari tahun 1997.

“Di sana, saya akan mempresentasikan budidaya pisang lokal, selain itu juga mengenai cara bercocok tanam, hingga pembuatan pupuk organik. Ada empat video yang akan saya bawa, semuanya tentang pisang,” ujar Lasiyo.

Dia mengaku bangga bisa menjadi wakil dari petani yang ikut dalam pertemuan bergengsi ini. Pasalnya, SGTM 2016 mempertemukan semua orang dari seluruh dunia yang mencintai bumi (Loving Earth), dalam bersahabat dengan lingkungan. Sehingga, tercipta keharmonisan dunia yang mandiri.

Amaliah, anggota Slow Food dan Koordinator Ark of Taste dan Presidia Pisang, mengatakan, Lasiyo terpilih untuk menjadi petani di DIY yang ikut ke acara di Italia ini karena pengembangan sejumlah jenis pisang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menjelaskan, saat ini sudah terkumpul sekitar 300 jenis pisang di lingkungan Kebun Plasma Nutfah yang berada di selatan kota Yogyakarta.

Selain itu adanya, desa pisang di lingkungan Kabupaten Bantul, tepatnya di Dusun Ponggok, Sidomulyo, Bambanglipuro sejak tahun 1997.

Kelompok petani pisang Ponggok beranggotakan tujuh orang aktif dengan luas area baru mencapai 0,5 hektar ini berupaya melestarikan sekitar 12 macam jenis pisang.

Dalam pertaniannya, mereka menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan karena memakai agen hayati dalam melindungi dan memperkuat tanaman pisang.(Agung Ismiyanto)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Jogja dengan judul: Petani Bantul Terbang ke Italia Gara-gara Pisang, Apa Kehebatannya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.