Kompas.com - 28/06/2016, 09:48 WIB
Model memakai masker gas, bersiap dalam fashion show di daerah aliran sungai yang tercemar di kawasan persawahan di Rancaekek, Bandung, dekat Sungai Citarum, 22 Maret 2015. AFP PHOTO / ROMEO GACADModel memakai masker gas, bersiap dalam fashion show di daerah aliran sungai yang tercemar di kawasan persawahan di Rancaekek, Bandung, dekat Sungai Citarum, 22 Maret 2015.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANDUNG, KOMPAS.com – Para aktivis yang tergabung dalam Koalisi Melawan Limbah (KML) meminta bertemu Presiden Joko Widodo. Mereka ingin menceritakan duduk persoalan limbah di Rancaekek di Kabupaten Bandung dan Sumedang, Jawa Barat.

Ketua Paguyuban Warga Peduli Lingkungan Adi M Yadi mengatakan, timnya telah berbicara dengan Kepala Staf Kepresidenan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung untuk menyampaikan keinginan koalisi beraudiensi dengan Jokowi. Ia berharap pertemuan itu bisa segera terwujud.

Ia mengatakan, audiensi ini penting karena ia mendengar kabar bahwa tiga perusahaan yang menjadi lawannya di pengadilan tengah roadshow ke pemerintah pusat agar bisa kembali membuang limbahnya.

"Kami tidak mengharapkan Istana menerima informasi sepihak," kata Adi, Selasa (28/6/2016) di Bandung.

Pada Desember 2015, KML mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung atas keputusan Bupati Sumedang tentang pemberian zin pembuangan limbah cair (IPLC) kepada tiga pabrik tekstil di kawasan Rancaekek.

Dalam proses hukum, KML meluncurkan laporan kerugian ekonomi akibat pembuangan limbah industri di Sungai Cikijing, Rancaekek.

Dalam laporan yang berjudul "Konsekuensi Tersembunyi" tersebut terungkap bahwa total kerugian ekonomi akibat pencemaran di kawasan Rancaekek mencapai Rp 11,4 triliun. Ini merupakan total economic valuation tanpa mengikutsertakan biaya abai baku mutu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerugian ekonomi yang dihitung adalah kerugian masyarakat pada periode 2004-2015 dari multisektor, meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kesehatan, kerugian karena kehilangan jasa air, penurunan kualitas udara, dan kehilangan pendapatan yang mencapai lebih dari Rp 3,3 triliun.

Selain itu, estimasi biaya remediasi 933,8 hektar lahan tercemar mencapai setidaknya lebih dari Rp 8 triliun.

KML dinyatakan menang di PTUN Bandung. Majelis hakim memutuskan bahwa selama proses hukum berlangsung, tiga perusahaan tersebut tidak boleh membuang limbahnya. Kini ketiga perusahaan tengah naik banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.