Musim Buka Puasa Bersama, Volume Sampah di Bandung Naik 20 Persen

Kompas.com - 24/06/2016, 16:37 WIB
Seorang pelajar menutup hidung saat melintasi gerobak-gerobak sampah yang sudah tiga hari tertahan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terpadu Tegallega, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/12/2010). KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSeorang pelajar menutup hidung saat melintasi gerobak-gerobak sampah yang sudah tiga hari tertahan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terpadu Tegallega, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/12/2010).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com – Selama dua pekan Ramadhan, sampah organik di Kota Bandung naik 20 persen. Pada hitungan normal, volume sampah di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari.

“Alasannya (volume sampah naik) karena banyak orang yang buka bersama. Jadi produksi makan di kafe, restoran, mal, meningkat,” ujar Direktur Utama PD Kebersihan Deni Nurdyana di Bandung, Jumat (24/6/2016).

Peningkatan produksi makanan ini berimbas pada volume sampah. Apalagi makanan yang dikonsumsi saat berbuka biasanya sedikit, sehingga banyak makanan yang terbuang.

Namun dalam dua pekan Ramadhan ke depan, pihaknya memprediksi peningkatan volume sampah terjadi untuk anorganik sekitar 40 persen. Sampah tersebut berupa plastik, kardus, kertas, dan lainnya.

“Di dua Ramadhan terakhir sampah anorganik naik karena orang-orang membeli pakaian, sampah dari PKL, pasar Ramadhan,” ucapnya

Deni mengaku, tidak terlalu khawatir dengan peningkatan sampah anorganik. Karena sampah anorganik lebih bernilai jual, sehingga banyak pengepul yang mengambil sampah anorganik.

“Sebelum PD Kebersihan turun ke lapangan, jumlah sampah anorganik berkurang drastis. Jadi, saya tidak khawatir,” ungkapnya.

Berbeda dengan sampah anorganik, telat dibuang satu hari saja, mengeluarkan bau busuk yang luar biasa. Peningkatan sampah akan drastis pada malam takbiran. Khususnya di Alun-alun Bandung.

“Malam takbiran sampai hari H Lebaran, sampah di Alun-Alun Bandung naik 300-400 persen didominasi sampah organik. Di hari biasa, sampah di Alun-Alun Bandung sekitar satu truk atau 4 ton. Tapi di malam takbiran dan hari Lebaran menjadi 3-4 truk,” tutupnya.

Untuk tempat pembungan akhir (TPA) Sarimukti hanya libur di hari Lebaran.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X