Ibu-ibu Korban Banjir Bandang Impikan Bantuan Peralatan Dapur

Kompas.com - 21/06/2016, 17:49 WIB
Ilustrasi: Banjir. KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOIlustrasi: Banjir.
EditorCaroline Damanik

BANYUMAS, KOMPAS.com - Korban banjir di Desa Kamulyan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, khususnya para ibu rumah tangga mengharapkan adanya bantuan peralatan dapur.

"Kalau bisa, kami mengharapkan bantuan peralatan dapur karena peralatan kami banyak yang terbawa banjir bandang. Kalaupun masih ada, peralatannya rusak," kata Hartati, warga Desa Kamulyan RT 01 RW 01, Kecamatan Tambak, Banyumas, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari petugas dapur umum, jika masing-masing keluarga korban banjir sudah bisa memasak sendiri, bantuan logistik tidak akan diberikan dalam bentuk nasi bungkus, melainkan dalam bentuk bahan makanan.

"Bagaimana kami bisa memasak sendiri kalau peralatannya hanyut terbawa banjir," katanya.

Menurut dia, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (18/6/2016) malam juga merendam perangkat rumah tangga lainnya, pakaian, dan surat-surat berharga termasuk buku rapor anak-anak.

Terkait bantuan yang telah diterima, dia mengakui jika bantuan makanan telah mencukupi termasuk pakaian pantas pakai.

Selain itu, kata dia, Palang Merah Indonesia telah memberikan pemeriksaan kesehatan bagi korban

"Hingga saat ini, kami masih kekurangan tenaga untuk membersihkan rumah dan perabot lain termasuk memperbaiki beberapa kerusakan. Memang, anak-anak sedang libur sekolah, tapi tidak bisa membantu secara maksimal sedangkan warga lainnya juga mengurus rumah masing-masing," katanya.

Ia mengharapkan adanya relawan yang diterjunkan untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga.

Warga Desa Kamulyan lainnya, Mirin juga mengharapkan adanya bantuan peralatan dapur dan pakaian.

"Selama ini, kami mengandalkan pakaian pemberian dari tetangga yang masih memiliki pakaian kering," katanya.

Sementara beberapa warga lainnya mengaku kecewa terhadap Bupati Banyumas Achmad Husein saat datang ke lokasi bencana pada hari Minggu (19/6).

Menurut warga, kedatangan Bupati Banyumas tidak bisa memberi harapan yang menggembirakan tetapi justru memunculkan kekecewaan.

"Saat itu, salah seorang warga yang rumahnya hanyut, meminta agar Pemkab Banyumas memberikan bantuan. Namun Bupati justru mengatakan jika tidak bisa menjanjikan," kata salah seorang warga yang sedang dalam kerumunan.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ANTARA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Regional
Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Regional
5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

Regional
26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

Regional
Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Regional
5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

Regional
Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X