Kompas.com - 12/06/2016, 13:59 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (11/6/2016), untuk memastikan kualitas beras bagi keluarga sejahtera (Rastra) KOMPAS.com/REZA PAHLEVIMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (11/6/2016), untuk memastikan kualitas beras bagi keluarga sejahtera (Rastra)
Penulis Reza Pahlevi
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KUBU RAYA, KOMPAS.com
- Dalam kunjungan di Kalimantan Barat, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri menyambangi gudang Bulog di Kubu Raya, untuk memastikan kualitas beras untuk keluarga sejahtera (Rastra).

"Setelah saya melihat langsung, kualitas beras ini di atas medium," ujar Khofifah sembari memperlihatkan beras yang secara acak dia ambil kepada wartawan, Sabtu (11/6/2016).

Rastra sebelumnya dikenal dengan istilah beras untuk keluarga miskin (Raskin). Khofifah mengaku melakukan inspeksi mendadak (sidak) ini karena masih mendengar ada keluhan soal kualitas Rastra.

Tak cukup memeriksa kualitas beras, Khofifah juga meminta petugas Bulog menimbang beras-beras yang sudah dikemas untuk diserahkan kepada para penerima Rastra.

"Jumlah berat beras ini setelah ditimbang sama dengan jumlah yang tertera pada kantong beras, yaitu 15 kg," ujar Khofifah.
 
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan bahwa 77 persen Rastra sudah dibagikan di Kalimantan Barat. Adapun secara nasional, sudah mencapai 91 persen per Juni 2016. Pada tahun ini, Rastra yang dibagikan mencapai 42 juta ton, se-Indonesia.

Tribunnews.com/Valdy Arief Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Gudang Bulog Divre Alor, NTT, Jumat (28/8/2015).

Khofifah tidak menampik masih ada keluhan terdengar soal kualitas beras ini. Pantauan Kompas.com mendapati, keluhan itu antara lain datang dari Lampung.

"(Namun), kalau saya lihat, kualitas dan kuantitas beras (di gudang) ini bagus. Tapi bagaimana masyarakat menerima, itu seperti apa di lapangannya," kata Khofifah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perubahan nama Raskin menjadi Rastra disampaikan Khofifah pada Agustus 2015, saat bertandang ke Alor, Nusa Tenggara Timur. Penggantian tersebut, ujar dia, adalah untuk mengubah paradigma tentang beras itu.

Sebelumnya, ujar Khofifah, beras ini dianggap sekadar jatah bantuan untuk masyarakat miskin. Perubahan nama itu, kata dia, diharapkan memberi definisi baru bahwa Rastra adalah beras yang disubsidi Pemerintah untuk membawa masyarakat lebih sejahtera.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.