Ratusan Anggota Komite Nasional Papua Barat Berdemo di Gerbang Kampus Uncen

Kompas.com - 31/05/2016, 08:53 WIB
Aksi demo ratusan anggota Komite Nasional Papua Barat di depan Universitas Cenderawasih Jayapura, Selasa (31/5/2016) Fabio M Lopes CostaAksi demo ratusan anggota Komite Nasional Papua Barat di depan Universitas Cenderawasih Jayapura, Selasa (31/5/2016)
|
EditorErlangga Djumena

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sekitar 200 anggota Komite Nasional Papua Barat menggelar unjuk rasa di gerbang kampus utama Universitas Cenderawasih Jayapura, Selasa (31/5/2016).

Tuntutan para pendemo agar United Liberation Movement for West Papua bergabung dalam perkumpulan negera Melanesia atau Melanesia Spearhead Group (MSG).

Berdasarkan pantauan Kompas.com demo berlangsung sejak pukul 08.00 WIT. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan "Papua Merdeka".

Sebanyak 600 aparat Kepolisian Resor Kota Jayapura yang disiagakan untuk menghadapi aksi unjuk rasa KNPB.

Juru Bicara KNPB Bazoka Logo menyatakan, total sebanyak 5.000 orang yang dikerahkan pihaknya dalam aksi unjuk rasa di Jayapura.

"Seluruh massa KNPB akan menggelar unjuk rasa di sejumlah titik yakni di Waena, Padang Bulan, Sentani, dan Abepura. Tujuan akhir unjuk rasa di kantor DPRD Papua di pusat kota Jayapura," kata dia.

Bazoka menuturkan, sebanyak 101 anggota KNPB yang diamankan pihak kepolisian di Jayapura dan Wamena sejak tanggal 28-30 Mei 2016.

"Kami masih mendata jumlah sebenarnya anggota KNPB yang diamankan aparat hari ini," ucapnya.

Kapolres Kota Jayapura AKBP Jermias Rontini saat ditemui di lokasi unjuk rasa mengatakan, pihaknya akan mengutamakan langkah persuasif untuk membubarkan aksi massa.

"Saya ini juga anak asli Papua. Aparat tak akan menggunakan aksi kekerasan walaupun mereka memukul saya. Intinya, aksi unjuk rasa mereka tak sesuai dengan ideologi negara karena menginginkan Papua merdeka," tegas Jermias.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X