Orangtua dan Sekolah Tak Punya Biaya, Noval Terancam Gagal Ikut Olimpiade Matematika di Singapura

Kompas.com - 04/05/2016, 19:31 WIB
Noval Ilham Arfiansyah (kanan),  siswa MI NU Trate Putra Gresik yang kemungkinan batal mewakili Indonesia. HamzahNoval Ilham Arfiansyah (kanan), siswa MI NU Trate Putra Gresik yang kemungkinan batal mewakili Indonesia.
|
EditorCaroline Damanik

GRESIK, KOMPAS.com – Impian Noval Ilham Arfiansyah untuk menjadi salah satu wakil Indonesia, di ajang Olimpiade Matematika tingkat internasional pada Juli 2016 di Singapura, terancam kandas.

Pasalnya, pihak keluarga maupun jajaran pengurus dan pengajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Trate Putra Gresik, Jawa Timur, mengaku tak punya dana untuk membiayai kepergiaan Noval mengikuti kejuaraan tingkat Internasional tersebut.

"Berdasarkan home visit yang sudah dilakukan oleh salah seorang guru kami ke rumah Noval, orang tuanya mengaku tidak memiliki cukup biaya untuk keberangkatan dan akomodasi anaknya, selama mengikuti Olimpiade Matematika di Singapura," ucap Hasyim Abbas, Divisi Pendidikan Yayasan Perguruan Pendidikan NU Trate Gresik, Rabu (4/5/2016).

Penuturan Hasyim dibenarkan oleh Kepala Sekolah MI NU Trate Putra Gresik, Huda Arifin. Menurut dia, sekolah tempat Noval menuntut ilmu saat ini juga tidak memiliki dana yang cukup untuk memberangkatkan Noval.

"Sebab, dana yang dibutuhkan itu mencapai sekitar Rp 15 juta, sementara pihak sekolah tidak mempunyai dana sebesar itu. Kalau nanti tidak ada pihak dari luar sekolah yang bersedia membiayai, terpaksa Noval tidak bisa ikut," kata Huda.

Sebenarnya, selain Noval ada satu lagi siswa MI NU Trate Putra Gresik yang berhasil menjadi wakil Indonesia di Olimpiade Matematika tingkat internasional di Singapura tersebut. Ia adalah Tangguh Achmad Fairuzzabady.

Namun berbeda dengan Noval, orangtua Tangguh telah menyatakan sanggup menyediakan dana pribadi bagi anaknya dalam mengikuti Olimpiade Matematika tingkat internasional di Singapura tersebut.

“Memang berbeda. Kalau Tangguh, kemungkinan besar akan bisa berangkat mengikutinya, karena orangtuanya memang cukup mampu dan berada, sementara Noval tidak,” ucap Huda.

Noval dan Tangguh berhak mewakili Indonesia di ajang tersebut setelah mencatat prestasi apik di Kompetisi Matematika Nalaria Realistik se-Indonesia (KMNR) ke-11 tingkat SD/MI yang digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Gedung Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga Bogor, bulan lalu. Tangguh membukukan medali perak, sementara Noval menyabet perunggu. 

(Baca juga: Dua Siswa Gresik Ikut Wakili Indonesia pada Olimpiade Matematika di Singapura)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X