Gubernur Maluku Minta Sedimen Sianida di Gunung Botak Segera Diangkat

Kompas.com - 03/03/2016, 14:26 WIB
KONTRIBUTOR KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY Ribuan penambang ilegal mulai meninggalkan kawasan Gunung Botak, Pulau Buru, Sabtu (14/11/2015). Para penambang ini mulai keluar dari kawasan Gunung Botak setelah aparat TNI/Polri melakukan penyisiran dan memaksa para penambang mengosongkan kawasan itu
AMBON, KOMPAS.com - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta agar sedimen sianida yang hingga kini masih berada di kawasan tambang Gunung Botak, Kabupaten Buru, segera diangkat dari kawasan tersebut.

“Saya minta agar sedimen sianida di sana segera diangkat,” kata Said kepada wartawan di Ambon, Kamis (3/3/2016).

Dia mengungkapkan, dari sekitar 5 juta meter kubik sedimen sianida di Gunung Botak, hingga kini yang baru bisa terangkat baru 300.000 meter kubik.

Dia mengaku, pengangkatan sedimen di kawasan tersebut memang membutuhkan waktu yang lama, namun sebaiknya lebih dipercepat agar kawasan tersebut bisa dikelola dengan baik.

“Kalau bisa dipercepatlah, memang untuk membersihkan kawasan itu dari sedimen butuh waktu yang panjang, tetapi harus dipercepat,” katanya.

Dia mengatakan, pembersihan kawasan Gunung Botak dari sedimen sianida memerlukan beberapa tahap, mulai dari pengerukan, pencucian hingga pembersihan sungai.

"Jadi setelah dikeruk masih butuh sekitar empat tahap lagi sampai sisa lumpur itu dikembalikan ke sungai,” katanya.

Terkait masalah tersebut, Said mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama Pangdam Pattimura, Kapolda Maluku dan sejumlah instansi terkait pada Rabu (2/3/2016) sore kemarin.

Pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu untuk membahas kondisi terakhir di Gunung Botak.

“Jadi di pertemuan kemarin itu saya minta agar pengangkatan sedimen itu agar dipercepat,” harapnya.



Close Ads X