Arumi Bachsin Utamakan Kebudayaan Trenggalek

Kompas.com - 27/02/2016, 09:00 WIB
Arumi Bachsin (dua dari kanan) bersama suaminya, Emil Elestianto Dardak (kanan), serta Muhammad Nur Arifin (kiri) dan istrinya, Novita Hardiny, usai menyerahkan laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015). Emil bersama Muhammad Nur Arifin menjadi bakal calon Bupati Trenggalek Jawa Timur pada pilkada tahun ini. TRIBUNNEWS/HERUDINArumi Bachsin (dua dari kanan) bersama suaminya, Emil Elestianto Dardak (kanan), serta Muhammad Nur Arifin (kiri) dan istrinya, Novita Hardiny, usai menyerahkan laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015). Emil bersama Muhammad Nur Arifin menjadi bakal calon Bupati Trenggalek Jawa Timur pada pilkada tahun ini.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Menjadi seorang istri kepala daerah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, membawa konsekuensi tersendiri bagi Arumi Bachsin. Berpisah 700 km dari Ibu Kota Jakarta, Arumi yang dulu aktif menjadi aktris maupun model, kini harus melepas jauh-jauh kehidupan keartisan itu dan berbaur dengan masyarakat di daerah.

Setidaknya selama lima tahun ke depan, Arumi akan terus mendampingi suaminya, Emil Elestianto Dardak, yang dilantik menjadi Bupati Kabupaten Trenggalek periode 2016-2021. Arumi kini mengemban tugas baru, yakni menjadi Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Trenggalek. Sebuah tugas yang jauh berbeda dari profesi yang pernah digeluti Arumi sebelumnya di dunia keartisan.

Arumi sendiri telah bertekad ingin mengutamakan perhatiannya pada masyarakat Trenggalek. Sebagai istri kepala daerah, kelahiran Jakarta 19 Februari 1994 itu memilih menetap di Kota Trenggalek.

Kota yang terkenal dengan jajanan tempe keripik ini tidak seperti Kota Jakarta. Di kota ini langka untuk kebutuhan perawatan tubuh, tata rias make up ala artis, hingga pusat perbelanjaan modern.

Menjawab semua keraguan akan kinerja juga kesibukan yang pernah dilontarkan warga Trenggalek, Arumi siap menyibukkan diri membuat perubahan di Trenggalek. Ia bertekad membantu tugas suaminya serta Wakil Bupati Muchamad Nur Arifin dan istrinya Novita Hardiny selaku Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek.

"Siapa pun orangnya dan profesinya, apabila sudah memutuskan untuk menikah, harus siap dengan segala risikonya, termasuk saya sebagai istri bupati. Karena, semuanya sudah menjadi kodrat sebagai seorang wanita dan sebagai istri," kata wanita yang lahir dari keturunan Indonesia-Belanda-Jerman tersebut.

Arumi memahami perubahan situasi hidup di Ibu Kota yang serba gemerlap dan Trenggalek yang memiliki keterbatasan dalam beberapa hal. Ia menyikapi hal ini dengan lebih mengutamakan keunggulan Trenggalek.

"Saya lebih menyukai gemerlap dalam hal positif, yang dikemas dengan unsur budaya, maupun keunggulan tertentu. Modern itu penting, akan tetapi modern ini jangan sampai mengikis adat istiadat yeng telah membudaya di Trenggalek," kata ibu dua anak tersebut.

"Yang perlu digarisbawahi adalah anggapan Trenggalek sebagi kota kecil, terpinggir, dan tertinggal harus dihilangkan. Dengan berpikir besar, maka kita akan benar-benar menjadi kota besar," lanjutnya.

Hal itulah yang nantinya akan ia kelola bersama dengan pemerintahan yang dipimpin oleh suaminya di Trenggalek.

Soal perawatan tubuh ataupun tata rias wajah, yang sebelumnya sangat mudah dijalani di Jakarta, Arumi mengaku sudah membiasakan diri merias diri sendiri tanpa bantuan tenaga ahli kecantikan. Lagi pula, kata dia, Trenggalek pun memiliki tenaga ahli yang tak kalah bagus.

"Di Trenggalek sendiri sudah banyak tata rias yang bagus. Untuk menghadiri semua rangkaian kegiatan baik pribadi maupun pemerintahan, saya menggunakan tenaga kreatif asal Trenggalek," kata Arumi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X