Kompas.com - 23/01/2016, 18:46 WIB
Tindakan kuret meningkatkan kerusakan pada rahim, infeksi, perdarahan, dan cedera. SHUTTERSTOCKTindakan kuret meningkatkan kerusakan pada rahim, infeksi, perdarahan, dan cedera.
|
EditorIcha Rastika
KUPANG, KOMPAS.com - Setelah ditangkap dan ditahan di sel Markas Kepolisian Resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT), bidan berinisial DSB resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Bidan DSB tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap sejumlah saksi yang sempat diamankan. (Baca: Terlibat Kasus Aborsi, Seorang Bidan di Kupang Ditangkap)

Hal ini disampaikan Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor Kupang Kota, AKP Didik Kuarnianto kepada Kompas.com, Sabtu (23/1/2016).

Untuk kasus aborsi ini, lanjut Didik, bidan DSB bakal dijerat Pasal 80 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 346 KUHP dan Pasal 348 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Karena ancaman hukumannya di atas lima tahun sehingga pelaku sudah kita tahan. Ada sejumlah nama yang ikut membantu bidan DSB dan ada kemungkinan ikut juga kita tahan, namun kita masih harus lakukan pendalaman dulu,” kata Didik.

Diberitakan sebelumnya, seorang bidan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial DSB, ditangkap aparat Kepolisian Resor Kupang Kota, lantaran diduga terlibat kasus aborsi terhadap Nuraini Nurdin alias Narsi (23).

AKP Didik Kurnianto pada Jumat (22/1/2016) malam mengatakan, DSB menggugurkan secara paksa janin dalam kandungan Narsi yang berusia lima bulan di klinik bersalin miliknya di Kelurahan Bonipoi, Kelurahan Kota Raja, Kota Kupang.

Praktik aborsi itu, lanjut Didik, terbongkar setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat yang curiga akan perut Narsi yang tiba-tiba mengecil.

Menurut Didik, janin yang dikandung Narsi digugurkan pada Rabu (20/1/2016) malam sekitar pukul 23.00 Wita.

Selanjutnya, janin yang digugurkan itu dikuburkan pada keesokannya sekitar pukul 09.00 Wita pagi.

Polisi kemudian bergerak ke tempat praktik bidan DSB untuk melakukan penyelidikan. (Baca juga: Tak Bisa Bayar Ongkos Aborsi, Ibu Ini Pakai STNK untuk Jaminan)

Hasilnya, polisi pun mendapatkan petunjuk yang mengarak ke upaya menggugurkan janin milik Narsi yang dibantu bidan DSB secara paksa.

Selanjutnya, tim identifikasi Polres Kupang Kota melakukan penggalian di lokasi yang diduga tempat menguburkan janin tersebut, yakni di belakang klinik bersalin.

Dari penggalian itu, polisi menemukan janin yang di bungkus kain putih. Janin itu lalu dibawa ke RSU WZ Johannes Kupang untuk diotopsi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X