Buwas: Pengguna Narkoba di Indonesia Meningkat hingga 5,9 Juta Orang

Kompas.com - 11/01/2016, 14:31 WIB
Kepala Badan Narkotika  Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso saat acara pemusnahan barang bukti di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (15/12/2015). BNN memusnahkan 164 kilogram sabu dan 131 butir ekstasi dari pengungkapan lima kasus berbeda. TRIBUNNEWS / HERUDINKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso saat acara pemusnahan barang bukti di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (15/12/2015). BNN memusnahkan 164 kilogram sabu dan 131 butir ekstasi dari pengungkapan lima kasus berbeda.
|
EditorCaroline Damanik
BANYUWANGI,KOMPAS.com - Jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang. Hal tersebut disampaikan Komjen Pol Budi Waseso Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) saat berkunjung di Pondok Pesantren Blok Agung Banyuwangi Senin (11/1/2016).

"Indonesia sudah darurat bahaya narkoba dan hal itu sudah disampaikan oleh presiden. Sebelumnya pada bulan juni 205 tercatat 4,2 juta dan pada November meningkat signifikan hingga 5,9 juta," ujarnya.

Selain itu, menurut pria yang kerap disapa Buwas ini, di Asean, Indonesia adalah pangsa pasar terbesar untuk penjualan narkoba, sedangkan negara terbesar pengimpor adalah China dan Thailand.

"Pada tahun 2015, kami berhasil mengamankan sekitar 3 ton sabu yang berarti menyelamatkan banyak generasi muda. Satu gram saja bisa digunakan untuk 5 orang. Jadi dengan mengamankan 3 ton sabu sudah berapa ribu jiwa yang diselamatkan," ungkapnya.

Penggunaan narkoba, lanjutnya, banyak disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang narkotika serta kepedulian dari masyarakat serta hukum yang masih belum mengikat secara maksimal.

"Tidak ada bagian masyarakat yang tidak clear dari narkoba. Semua sudah terkena. Ada oknum TNI, oknum Polri termasuk oknum dari BNN. Dan kami akan membersihkan dan memperbaiki dulu bagian dalam serta menjalin hubungan baik termasuk dengan kalangan pondok pesantren yang sangat solid dan memiliki banyak santri," tutur Buwas.

Tidak menutup kemungkinan, menurut dia, para bandar mengincar lingkungan pesantren untuk penjualan narkoba.

"Setiap hari ada 30-40 orang yang mati karena narkoba," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru dan KPAI Jabar Minta Sekolah Tatap Muka Digelar setelah Vaksinasi Covid-19

Guru dan KPAI Jabar Minta Sekolah Tatap Muka Digelar setelah Vaksinasi Covid-19

Regional
Masa Pandemi Sepanjang Oktober, Turis Malaysia Serbu Wisata di Sumut

Masa Pandemi Sepanjang Oktober, Turis Malaysia Serbu Wisata di Sumut

Regional
Buntut Wahana yang Viral, Dusun Semilir Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan

Buntut Wahana yang Viral, Dusun Semilir Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Debat Pilkada Serang Soal Kesehatan, Nasrul Siapkan Kartu Serang Sehat, Tatu Andalkan Jamkesda

Debat Pilkada Serang Soal Kesehatan, Nasrul Siapkan Kartu Serang Sehat, Tatu Andalkan Jamkesda

Regional
5 Fakta Sosok Penyerang Demonstran Penolak Rizieq Shihab, Bawa Panah, Membonceng Sepeda Motor hingga Ditemukan Air Keras

5 Fakta Sosok Penyerang Demonstran Penolak Rizieq Shihab, Bawa Panah, Membonceng Sepeda Motor hingga Ditemukan Air Keras

Regional
Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Regional
Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Regional
Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Regional
Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Regional
Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Regional
Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Regional
Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Regional
Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X