Besok, BEM Unsri “Serbu” Kantor Pemprov Sumsel untuk Segera Atasi Asap

Kompas.com - 08/10/2015, 23:15 WIB
Kabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015). KOMPAS.com/Amriza NursatriaKabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015).

INDRALAYA, KOMPAS.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, berencana menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2015). Aksi unjuk rasa itu dilakukan untuk mendesak Gubernur Sumsel Alex Nurdin segera mengatasi permasalahan kabut asap yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Mahasiswa menilai Pemprov Sumsel bisa lebih cepat lagi mengatasi kabut asap di Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami menilai Gubernur Alex Nurdin lamban dalam menangani permasalahan kabut asap yang sudah berlarut-larut ini,” kata Presiden BEM Unsri, Febri Walanda, dalam keterangan pers, Kamis (8/10/2015).

Febri Walanda mengatakan, ada empat tuntutan yang akan mereka sampaikan jika bertemu dengan Gubernur Alex Nurdin besok. Keempat tuntutan itu di antaranya tangkap dan adili pihak perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan serta segera kerahkan tim sarana dan prasarana yang memadai untuk menanggulangi kabut asap di Sumsel.

“Selain itu, kami meminta agar Pemprov Sumsel mengumumkan status bencana kabut asap di seluruh Provinsi Sumatera Selatan dari siaga bencana menjadi tanggap darurat dan menjalankan dengan tegas UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan,” ucap Febri.

Febri menambahkan, mahasiswa mengultimatum jika sampai dengan hari Senin depan, Pemprov Sumsel masih belum memenuhi tuntutan, maka mereka akan datang dengan massa yang lebih besar. “Kami akan turun dengan ribuan massa,” ucap Febri.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X