Terpisah dari Induknya, Bayi Orangutan Diselamatkan Pekerja Perkebunan Sawit

Kompas.com - 18/09/2015, 20:38 WIB
Otan, bayi orangutan yang ditemukan saat sedang minum disebuah kanal buatan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat. KOMPAS.com/ YOHANES KURNIA IRAWANOtan, bayi orangutan yang ditemukan saat sedang minum disebuah kanal buatan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.
|
EditorErvan Hardoko

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sekitar dua pekan lalu para pekerja kayu menemukan seekor bayi orangutan berusia sekitar enam bulan sedang minum di sebuah kanal buatan di atas lahan bakal perkebunan kelapa sawit.

Bayi orangutan yang kemudian dinamai Otan itu ditemukan sendirian tanpa ditemani induknya. Hewan malang itu kemudian dibawa pulang Ivan Nurisaputra (23), seorang pekerja asal Desa Lingga, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2015),  Ivan menuturkan penemuan Otan. Saat itu dia bersama beberapa rekannya tengah mengolah kayu yang sudah ditebang dalam proses land clearing lahan perkebunan milik PT Graha Agro Nusantara (GAN).

Perkebunan milik PT GAN itu terdapat di tiga wilayah desa yaitu Desa Teluk Bakung, Desa Pasak Pinang dan Desa Lingga. Akibat lokasi perkebunan yang jauh dari permukiman maka Ivan dan rekan-rekannya tinggal di sebuah pondok yang dibangun perusahaan.

Ivan mengatakan, Otan pertama kali terlihat oleh seorang temannya sedang minum di kanal buatan di atas lahan itu. Sang teman, lanjut Ivan, memberi Otan makan dan membiarkan hewan itu pergi.

Namun, Otan tak mau pergi dan memilih tinggal di sekitar pondok yang dihuni Ivan dan para pekerja perkebunan lainnya. "Hampir sepekan orang utan itu berkeliaran di lokasi kerja kami. Pergi sebentar lalu datang lagi bahkan dia ikut menginap di pondok pekerja. Kami beri dia makan nasi campur gula karena tidak ada buah-buahan di lokasi kerja," ujar Ivan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Merasa iba melihat orangutan cilik itu, Ivan kemudian memutuskan membawa hewan itu pulang. Di kediamannya, Ivan dan keluarganya merawat serta memmberi makan orangutan itu dengan penuh kasih sayang. Bahkan, keluarga Ivan juga yang menamai bayi orangutan itu Otan.

Meski menyayangi Otan, Ivan kemudian khawatir akan kondisi hewan itu karena perawatan yang diberikan keluarganya sangat terbatas. Ahirnya, Ivan memilih melaporkan temuannya itu ke polisi.

"Otan saya bawa ke rumah persis sepekan lalu. Begitu sampai saya lapor ke polsek karena tak tahu harus lapor kemana lagi. Ada saudara coba cari informasi soal ke mana orangutan ini harus diserahkan. Kasihan kalau terlalu lama di rumah kami tak tahu cara merawat dia," ujar Ivan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X