Kompas.com - 18/09/2015, 20:38 WIB
Otan, bayi orangutan yang ditemukan saat sedang minum disebuah kanal buatan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat. KOMPAS.com/ YOHANES KURNIA IRAWANOtan, bayi orangutan yang ditemukan saat sedang minum disebuah kanal buatan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.
|
EditorErvan Hardoko

Sepekan berlalu setelah laporan Ivan ke Polsek Ambawang, barulah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bergerak. Itupun setelah kisah Otan dimuat di halaman satu salah satu media lokal, Tribun Pontianak.

Aparat polisi membawa sejumlah wartawan datang ke kediaman Ivan untuk menyaksikan serah terima Otan kepada BKSDA. "Kemarin ada paman yang bekerja di kepolisian menelepon wartawan untuk datang ke sini. Hanya satu wartawan yang datang dari Tribun Pontianak," kata Ivan.

Suasana haru tercipta saat Ivan menyerahkan Otan kepada BKSDA. Bayi orangutan itu mencengkeram erat Ayu, istri Ivan, seorang tak mau dipisahkan dari orang yang merawatnya.

Setelah berbagai cara untuk membujuk Otan tak berhasil, akhirnya petugas BKSDA harus sedikit memaksa Otan agar lepas dari gendongan Ayu untuk dimasukkan ke dalam kandang yang sudah disiapkan di atas mobil milik Polisi Kehutanan.

"Selama di rumah dia nggak pernah di kandang. Otan bebas berkeliaran di dalam rumah. Kami makan dia ikut makan, kalau terlambat diberi makan dia menangis. Kalau lihat kami nonton televisi, dia juga berbaring ikut menonton," kenang Ayu.

Sementara itu, Koordinator Komunikasi WWF Indonesia Program Kalimantan Barat, Syahirsyah mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jenis individu Otan. Namun, ujar Syahirsyah, jika dilihat dari persebarannya, bayi orangutan itu kemungkinan adalah jenis Pongo pygmaeus wrumbi.

“Secara visual belum bisa dipastikan jenis detailnyanya apakah Pongo pygmaeus pygmaues atau Pongo pygmaeus wrumbi, karena harus dilakukan tes DNA terlebih dahulu. Tapi jika dilihat dari persebarannya, kemungkinan individu orangutan ini jenis wrumbi” ujar Syahirsyah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, bayi orangutan berumur kurang dari satu tahun biasanya tidak akan pernah lepas dari induknya karena masih menyusui. "Seharusnya dia bersama induknya, karena sang induk tak mungkin melepas anaknya dalam usia semuda itu," tambah dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X