Kompas.com - 12/08/2015, 16:38 WIB
Kabupaten Banyuwangi memiliki bank sampah yang mempunyai ratusan nasabah. KOMPAS.com/Ira RachmawatiKabupaten Banyuwangi memiliki bank sampah yang mempunyai ratusan nasabah.
|
EditorCaroline Damanik
BANYUWANGI,KOMPAS.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki Kantor Bank Sampah dan Inovasi Persampahan. Di area yang berada di bekas rumah dinas sekertaris daerah Kabupaten Banyuwangi tersebut dilakukan aktivitas terkait manajemen persampahan mulai dari pendataan, penukaran sampah, pembuatan pupuk kompos hingga produksi ekonomi berbahan baku barang bekas.

Menurut Arief Setiawan, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Banyuwangi, Bank Sampah Banyuwangi sendiri sudah ada sejak April 2012, namun masih belum memiliki kantor sendiri. Dengan adanya kantor baru, maka aktivitas yang berkaitan dengan persampahan akan lebih efektif.

"Bank sampah memiliki tujuan awal untuk mewujudkan Banyuwangi yang bersih dan hijau, dengan mengusahakan sampah dapat dijadikan sesuatu yang memiliki nilai ekonomis melalui inovasi pengolahan sampah terpadu lewat 3R (Reuse, Recycle, Reduce). Di tempat ini kegiatan yang dilakukan mengolah sampah menjadi barang yang bermafaat, seperti tas dari bungkus deterjen, tempat tisu, dan sampah organik dijadikan pupuk kompos,” kata Arief, Rabu (12/8/2015).

Di bank sampah ini terdapat beberapa fasilitas antara lain kantor pelayanan nasabah, tempat menukar sampah dengan uang, tempat memilah sampah baik organik maupun nonorganik. Selain itu, ada mesin pencacah, fasilitas kesehatan, pabrik pupuk organik/kompos, pabrik pupuk nonorganik, tempat pengolahan kerajinan sampah daur ulang atau 3R, dan tempat pembibitan.

Dalam sehari, bank sampah ini mampu menerima hingga 2 ton sampah nonorganik, sedangkan untuk sampah organik hingga 4 meter kubik yang bisa bisa diolah menjadi kompos.

Dari awal berdiri hingga saat ini bank sampah telah berkembang. Modalnya terus bertambah hingga Rp 300 juta dari modal awal Rp 3 juta. Petugas berhasil mencatat tabungan nasabah dari hasil penukaran antara Rp 500.000 sampai Rp 1 juta.

Nasabah bank sampah hingga saat ini telah mencapai 523 nasabah dari masyarakat dan dasawisma, dan 77 nasabah dari lembaga sekolah tingkat PAUD hingga SMA. Istimewanya, nasabah bank sampah juga bisa berobat gratis ke dokter yang menjadi mitra kerja pemerintah, yaitu dokter Bintari Wuryaningsih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hanya dengan menujukkan buku tabungan bank sampah, nasabah bisa langsung periksa gratis ke dokter Bintari yang ada praktik di Jalan Agus Salim," pungkas Arief.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.