Kompas.com - 06/07/2015, 22:03 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaWali Kota Bandung, Ridwan Kamil
|
EditorHeru Margianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, ada mafia di balik pengajuan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang diajukan warga Bandung untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA tahun ajaran 2015-2016. Ada banyak SKTM palsu yang diajukan keluarga mampu demi memasukkan anaknya ke sekolah negeri.

"Ada mafia SKTM. Hari ini mulai pemeriksaan kepolisian. Periksa mafia yang memanipulasi hak-hak orang baik dari mulai intimidasi ke lurah-lurah oleh preman-preman. Mudah-mudahan Kamis ada kabar dari kepolisian," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Balai Kota, Bandung, Senin (6/7/2015).

Ia mengemukakan, mafia ini bekerja karena memang ada orangtua siswa yang berniat tidak jujur. Mafia kerap menekan para lurah untuk mengeluarkan SKTM.

Sejumlah lurah sering kali tidak cermat mengecek keabsahan prasyarat pengajuan SKTM. Sementara itu, ada juga lurah yang tidak berdaya menghadapi intimidasi para oknum di balik praktik SKTM palsu.

"Membeludaknya SKTM palsu ini di luar rencana karena kami beranggapan warga Bandung jujur. Namun, begitu nerima data (PPDB) asa teu yakin (tidak yakin)," tutur Emil.

Emil mendapatkan, banyak warga mampu yang mengajukan SKTM untuk meloloskan anaknya ke sekolah negeri. Contohnya, ada salah satu pengaju SKTM yang memiliki rumah di Sekeloa, berlantai dua, lengkap dengan mobil dan motor. Bahkan, orangtua si anak merupakan pegawai BUMN.

"Saya teu ngarti kunaon jiga kitu (saya tidak mengerti kenapa seperti itu). Kalau orangtuanya pegawai BUMN, mungkin anaknya juga pintar," ucapnya.

Melihat kondisi ini, Emil menggertak pengaju SKTM palsu dengan melibatkan polisi. Ternyata, dalam dua hari, ada 1.000 pengaju SKTM yang mengundurkan diri. Selanjutnya, dari hasil verifikasi polisi, 600 orang ternyata tidak memenuhi kualifikasi warga tidak mampu. 

Emil menduga, praktik SKTM palsu ini sudah berlangsung tahunan. Jika terbukti, para pemalsu SKTM terancam hukuman enam tahun penjara.

"Yang memang benar-benar tidak mampu jangan takut dengan polisi," kata dia.

Ketika ditanya berapa jumlah mafia yang diperiksa, Emil mengaku tidak tahu. Menurut dia, kasus ini tengah diproses Polrestabes Bandung. Ekspos kasus kemungkinan akan dilakukan Kamis mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X