Masuki Kemarau, Desa di Semarang Sudah Laporkan Krisis Air Bersih

Kompas.com - 30/06/2015, 05:18 WIB
KOMPAS.com/Edi Junaidi Ilustrasi kekeringan


UNGARAN, KOMPAS.com
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengutarakan baru-baru ada laporan dari kecamatan Pringapus bahwa enam dusun di Desa Jatirunggo mengalami krisis air bersih akibat kemarau ini. Melalui kecamatan itu pula, mereka meminta pengiriman air bersih.

"Ya baru satu desa itu yang membuat laporan (kekeringan), yakni Desa Jatirunggo," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang, Joner Hutajulu, Senin (29/6/2015).

Laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan pengiriman air bersih setelah pihaknya berkoordinasi dengan PDAM Tirta Bumi Serasi. Menurut Jonar, peta kekeringan di Kabupaten Semarang tiap tahun masih berada di wilayah yang sama. Yakni Kecamatan Pringapus, Bringin, Bancak, Susukan, Suruh, Tengaran, dan Kecamatan Jambu.

"Kami khawatir justru jika musim kemarau datang lebih awal, wilayah kekeringan akan bertambah luas. Tahun lalu, Kecamatan Getasan yang relatif di pegunungan, tadinya tidak pernah minta kiriman air kemarin minta," terangnya.


Sementara itu BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang mengeluarkan prediksi, puncak kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2015. Namun demikian, BMKG sudah mengeluarkan himbauan agar masyarakat waspada cuaca ekstrim.

Menurut prakirawan BMKG Semarang, Septima, mayoritas wilayah di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Semarang saat ini sudah masuk musim kemarau.

"Puncak kemarau tahun ini diprediksi Agustus-September, sedangkan pengaruh el nino dari pertengahan Juli 2014 sampai sekarang diprediksi bakal meningkat hingga 2016 mendatang," katanya.



EditorFidel Ali Permana

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X