Mbah Dul Tolak Semua Tawaran dari Wali Kota Risma - Kompas.com

Mbah Dul Tolak Semua Tawaran dari Wali Kota Risma

Kompas.com - 19/05/2015, 12:57 WIB
KOMPAS.com/Achmad Faizal Winarsih disamping becak dan bongkahan aspal milik Mbah Dul.
SURABAYA, KOMPAS.com — Aksi menambal jalan berlubang oleh Mbah Dul diapresiasi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Pemerintah Kota Surabaya pun menawarkan program bedah rumah untuk kakek berusia 65 tahun itu. Namun, dia menolaknya.

Bukan hanya itu, kakek bernama asli Abdul Sukur itu juga menolak saat Risma menawarinya bekerja sebagai mandor proyek perbaikan jalan di Dinas PU Kota Surabaya. "Ayah saya mengaku ikhlas dan tidak berharap imbalan apa pun, karena itu dia menolak," kata putri kelima Mbah Dul, Suwarni, Senin (18/5/2015) malam. 

Mbah Dul beserta sejumlah anggota keluarganya tinggal di permukiman padat penduduk di Jalan Tambak Segaran I/27, Surabaya. Program bedah rumah yang ditawarkan Pemkot Surabaya karena memang tempat tinggal Mbah Dul jauh dari kesan rumah layak huni.

Dalam satu blok, ada beberapa keluarga yang tinggal. Mbah Dul mendiami salah satu ruang blok di rumah nomor 27. Mbah Dul, kata Suwarni, juga merasa cukup dengan apa yang didapatkan dari pekerjaannya sebagai tukang becak. "Ayah saya takut jika menerima sesuatu, akan mengurangi keikhlasannya menambal jalan," tambah Suwarni.

Mbah Dul mendadak tenar sepekan terakhir. Hari ini dan besok, dia dijadwalkan menghadiri wawancara eksklusif televisi swasta nasional di Jakarta. Senin (18/5/2015) kemarin, dia diundang Ketua DPRD Surabaya, dan beberapa hari sebelumnya juga diundang Risma di kediamannya.

Selama 10 tahun terakhir, Mbah Dul mengabdi dengan menambal jalan berlubang di sekitar rumahnya. Aktivitasnya itu biasa dilakukan pada malam hari setelah penumpang becak dianggap sudah sepi. Mbah Dul menambal jalan yang berlubang dengan bongkahan aspal yang tidak dipakai.


Bongkahan aspal itu diangkutnya dengan becak ke lokasi jalan berlubang yang akan ditambal. Empat ruas jalan di Surabaya utara tidak luput dari pantauannya, yakni Jalan Gembong Tebasan, jalan di sekitar pelintasan kereta api ITC, Bunguran, dan Jalan Tambak Rejo.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan
Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Megapolitan
Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Megapolitan

Close Ads X