Kampus STAI Bantah Ajarkan Aliran Sesat

Kompas.com - 04/05/2015, 17:59 WIB
Tim warga Sidotopo Surabaya mengadukan aktifitas STAI Ali Bin Abi Thalib ke pengurus PWNU Jatim. KOMPAS.com/Achmad FaizalTim warga Sidotopo Surabaya mengadukan aktifitas STAI Ali Bin Abi Thalib ke pengurus PWNU Jatim.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com
- Pihak Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ali Bin Abi Tholib Surabaya mempertanyakan alasan warga yang mendesak kampus di Jalan Sidotopo Kidul 51 itu harus dibubarkan.

"Jika kami dianggap sebarkan ajaran sesat, ajaran sesat yang bagaimana? Kami juga tidak pernah tahu warga yang mana yang ingin kampus ini bubar," kata kuasa hukum STAI Ali Bin Abi Tholib Surabaya, Remy Arriza Balaga, Senin (4/5/2015).

Selama ini, lanjut dia, tidak pernah ada media resmi yang mengutarakan pembubaran kampus STAI Ali Bin Abi Tholib, apalagi itu dari kalangan warga.

"Intitusi pendidikan kami ini resmi, kami hanya melayani tindakan yang bersifat resmi secara hukum," ungkapnya.

Terkait tuduhan bahwa kampusnya menyebarkan ajaran sesat melalui buletin Al-Amin pada Februari lalu, Remy juga membantahnya.

"Artikel itu adalah karya ilmiah mahasiswa, jika tidak sependapat, mari didiskusikan secara ilmiah juga, jangan main fitnah," ungkapnya.

Seperti diberitakan, warga sekitar kampus menuding kampus STAI Ali Bin Abi Tholib menyebarkan aliran sesat. Warga pun membentuk tim untuk mengkomunikasikan pembubaran kampus tersebut. Februari lalu, warga sempat melakukan aksi di depan kampus STAI Ali Bin Abi Tholib.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Regional
Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Regional
Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Regional
Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Regional
Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X