Kompas.com - 20/04/2015, 17:59 WIB
Ilustrasi: Loket pendaftaran penerbitan sertifikat tanah BPN Parepare, Sulawesi Selatan KOMPAS.COM/DARWIATY H AMBO DALLEIlustrasi: Loket pendaftaran penerbitan sertifikat tanah BPN Parepare, Sulawesi Selatan
|
EditorCaroline Damanik

PROBOLINGGO, KOMPAS.com
- Sertifikat tanah yang diterbitkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) belum menjadi jaminan tanah milik seseorang bebas gangguan. Buktinya, masih saja ada warga yang tetap mengaku menjadi pemilik tanah meski ada orang lain yang memilikinya secara sah.

Abdul Wafi, warga Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyerobot sawah milik Hj Nafisah, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton. Sawah seluas 7.075 meter persegi tersebut terletak di Desa Sumberan dan diserobot sejak Januari lalu.

Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan BPN Kabupaten Probolinggo, sawah tersebut sah milik Nafisah. Abdul Jamil, ayah Nafisah, membeli sawah tersebut dari Arti, orangtua Abdul, pada tahun 1980 dengan harga Rp 3 juta yang tercantum dalam akte jual beli.

Menurut Fawaid, anak Nafisah, karena Abdul Wafi menyerobot dua dari lima petak sawah milik Nafisah dengan cara menanaminya padi, Nafisah meminta diselesaikan secara kekeluargaan di kantor desa. Namun, Abdul Wafi berkali-kali tidak memiliki itikad baik.

“Akhirnya kami laporkan kasus ini ke Polres Probolinggo. Pak Abdul susah dimintai keterangan karena sering berada di Kalimantan. Kami ingin agar masyarakat mengikuti peraturan pemerintah, termasuk sertifikat BPN yang menyatakan sawah ini sah milik Nafisah,” ujar Fawaid ditemui di sawah yang diserobot, Senin (20/4/2015).

Pjs Kepala Desa Sumberan Ali Al-Habsy mengatakan, Abdul mengaku sebagai pemilik sah sawah itu dengan menunjukkan fotokopi letter C. Setelah dicek ke kecamatan dan BPN oleh Ali, ternyata letter C itu tak pernah ada. Anehnya, Abdul tidak pernah melayangkan gugatan ke pengadilan atas sawah itu.

Kejadian ini membuat Ali dan warga lain was-was. Sebab, tanah yang sudah bersertifikat, masih diserobot dan diakui oleh pihak lain. Menurut dia, kejadian ini rawan memicu konflik sosial, bahkan bentrokan yang tak bisa dihindarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau ini terus berlanjut, bisa menjalar kepada orang lain. Sertifikat dari BPN itu sudah sah, tapi kenapa masih diklaim oleh orang lain? Saya khawatir ini menjadi contoh yang tidak baik ke depannya. Saya minta warga taat hukum dan aturan,” katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.