Satu Pelaku Penyiksaan ABK Myanmar di Benjina Ditangkap

Kompas.com - 07/04/2015, 13:03 WIB
Anak buah kapal dari Myanmar, Jumat (3/4/2015) dievakuasi dari perusahaan perikanan Pusaka Benjina Resources di Benjina, Kepualauan Aru, Maluku, yang ditengarai menjadi korban praktik perbudakan. AP Photo/Dita AlangkaraAnak buah kapal dari Myanmar, Jumat (3/4/2015) dievakuasi dari perusahaan perikanan Pusaka Benjina Resources di Benjina, Kepualauan Aru, Maluku, yang ditengarai menjadi korban praktik perbudakan.
|
EditorCaroline Damanik

AMBON, KOMPAS.com - Seorang pelaku penyiksaan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Myanmar yang diketahui bernama Yopi ditangkap petugas Polres Kepulauan Aru Maluku. Saat ini, pelaku berada di rumah tahanan Polres setempat.

“Dia (Yopi) telah ditangkap Jumat pekan lalu oleh petugas Polres Aru,” kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP Hasanudin Mukadar, Selasa (7/4/2015).

Hasanudin menjelaskan, Yopi ditangkap karena terlibat dugaan penganiayaan sejumlah ABK asal Myanmar di Benjina Kepulauan Aru. Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, Yopi juga mengakui perbuatannya itu.

“Informasinya, saat ini, dia sedang diproses disana karena dugaan keterlibatan menganiaya ABK asal Myanmar,” ujarnya.

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Harold Huwae yang dikonfirmasi sebelumnya mengaku pihaknya telah menahan Yopi (35). Menurut dia, pelaku ditahan oleh tim gabungan Polres Kepulauan Aru di Benjina dan langsung dibawa ke Dobo untuk menjalani pemeriksaan.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Yopi mengaku telah menganiaya sejumlah ABK asal Myanmar yang bekerja di PT Pusaka Benjina Resources (PBR).

“Saat ini, dia (Yopi) masih diperiksa namun dia telah mengakui perbuatannya menganiaya sejumlah ABK asal Myanmar,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Asep Burhanuddin mengatakan, pelaku mengakui perbuatannya kepada polisi bahwa dia hanya menampar dua ABK Myanmar di atas kapal. Namun para korban mengaku perbuatan pelaku lebih dari yang diakuinya itu.

“Kalau korban ngakunya disetrum dan disiksa,” ujar Asep.

Menurut dia, ada banyak ABK Myanmar yang mengaku dianiaya, namun Yopi hanya mengaku menganiaya dua orang ABK. Asep menambahkan, penyiksaan dilakukan atas perintah tekong alias nakhoda kapal yang berkebangsaan Thailand.

“Tempat eksekusinya juga kalau korban bilang di darat juga. Ada lokasinya,” ucap Asep.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Regional
Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Regional
Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

Regional
Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Regional
4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

Regional
5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

Regional
TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

Regional
Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Regional
Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Regional
Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Regional
Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Regional
Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Regional
WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

Regional
Video Ibu Gantung Anak dengan Kaki di Atas Viral, Polisi Turun Tangan

Video Ibu Gantung Anak dengan Kaki di Atas Viral, Polisi Turun Tangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X