Kompas.com - 30/03/2015, 12:08 WIB
Ilustrasi KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

AMBON, KOMPAS.com - Informasi adanya praktik perbudakan oleh perusahan perikanan PT Pusaka Benjina Resources (PBR) terhadap sejumlah ABK asing asal warga negara Thailand di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, dibantah oleh Polres setempat.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP AKBP Harold Hu-wae, menegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar.

“Itu informasi bohong. Tidak ada perbudakan ABK Thailand di Benjina,” kata Harold saat dihubungi dari Ambon, Senin (30/3/2015).

Dia mengungkapkan, Menteri Perikanan dan Kelautan telah memberlakukan moratorium untuk semua kapal asing. Jadi, menurut dia, infomasi adanya perbudakan ABK asing patut dipertanyakan.

“Kita cek langsung ke sana (Benjina) dan tidak ada itu karena sejak moratorium diberlakukan tidak ada aktivitas oleh ABK asing, mereka hanya beristirahat di darat,” ungkapnya.

Dia juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa sejumlah WN Thailand telah tewas dan dikuburkan di Benjina. Menurut dia, informasi tersebut hanya akan mencederai nama baik pemerintah Indonesia.

“Itu bohong semua. Kami sudah laporkan ke Polda Maluku soal itu,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, memang ada sejumlah ABK asal Thailand yang ditahan di ruang penahanan khusus di kawasan pelabuhan di Benjina. Namun, penahanan itu tidak berkaitan dengan praktik perbudakan, melainkan karena ABK Thailand terlibat kasus kejahatan seperti berkelahi dan pencurian.

“Itu pun mereka ditahan setelah dilaporkan kapten kapal mereka. Jadi mereka diamankan security itu terkait kasus kejahatan bukan perbudakan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, terkait informasi itu, pemerintah Thailand langsung mengirim delegasi ke Maluku. Delegasi yang dipimpin Kepala Kedutaan Thailand dan Wakil Kepala Kepolisian Thailand itu untuk menginvestigasi adanya dugaan perdagangan manusia di Benjina. Delegasi sendiri berencana akan mengunjungi Benjina untuk memulangkan seluruh warga Thailand yang ada di wilayah tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.