Kompas.com - 18/03/2015, 13:39 WIB
Aksi mahasiswa UIN Maliki Malang, usai terjadi bentrok antar mahasiswa saat pelaksanaan Pemilu Raya (Pemira) yang berlangsung di kampus setempat. Ada empat korban bentro yang mengalami luka parah. Rabu (18/3/2015). KOMPAS.com/Yatimul AinunAksi mahasiswa UIN Maliki Malang, usai terjadi bentrok antar mahasiswa saat pelaksanaan Pemilu Raya (Pemira) yang berlangsung di kampus setempat. Ada empat korban bentro yang mengalami luka parah. Rabu (18/3/2015).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Bentrok antar mahasiswa di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, terus berlanjut. Dari bentrok tersebut, empat mahasiswa mengalami luka parah di wajah dan puluhan mahasiswa lainnya jadi korban pemukulan.

Bentrok antar mahasiswa berawal dari sekelompok mahasiswa UIN melakukan audiensi dengan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan anggota Panwas Pemilu raya (Pemira) UIN Maliki, Selasa (17/3/2015) malam.

Saat audiensi, beberapa mahasiswa tidak terima dengan jawaban anggota KPU dan Panwaslu. Tidak terima dengan jawaban pihak KPU dan Panwas itu, beberapa mahasiswa menggebrak meja.

Setelah menggebrak meja, pihak anggota KPU dan Panwaslu tidak terima dan membalasnya dengan melakukan lempar kursi.

"Saat itu, mulai terjadi adu mulut dan terjadi bentrok antara mahasiswa dan anggota KPU serta Panwaslu Pemira. Setelah terjadi bentrok, puluhan mahasiswa akan keluar ruangan. Namun, diluar ruangan sudah dikepung ratusan mahasiswa juga, yang pro terhadap KPU dan Panwaslu," ujar Muhammad Dzikri, mahasiswa yang menjadi korban pemukulan mahasiswa lainnya.

Setelah puluhan mahasiswa yang melakukan audiensi dengan KPU dan Panwaslu bisa keluar ruangan tempat audiensi, bentrok antar mahasiswa semakin menjadi.

"Di luar bentrok semakin menjadi. Terjadi adu pukul antar mahasiswa. Saat itu, dipihak kami ada belasan mahasiswa kena pukul dan tiga orang mengalami luka parah diwajahnya," ujar Dzikri.

Sementara itu, di luar kelompok Dzikri yang pro terhadap KPU dan Panwaslu, ada satu orang mahasiswa yang juga mengalami luka parah di wajahnya akibat terkena pukulan benda tumpul.

Setelah bentrok, para korban luka melapor ke Mapolres Malang. Begitu juga kelompok yang pro KPU dan Panwaslu juga melapor ke Mapolres Malang. Buntut dari bentrokan tersebut, puluhan mahasiswa yang kontra KPU dan Panwas, Rabu (18/3/2015) siang, melakukan aksi di depan rektorat UIN Maliki.

Saat aksi kembali terjadi bentrok antara peserta aksi dan keamanan kampus. Puluhan anggota polisi dan TNI kini masih berjaga-jaga di dalam kampus. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut pihak kampus harus bertanggung jawab atas bentrok antar mahasiswa yang mengalami luka parah dan menindak tegas pelaku pengeroyokan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X