Kompas.com - 04/03/2015, 17:00 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, saat memberi sambutan di acara refleksi akhir tahun dan Musyawarah Pra-Kongres Umat Islam Indonesia VI, di Gedung MPR, Jakarta, Selasa (23/12/2014). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, saat memberi sambutan di acara refleksi akhir tahun dan Musyawarah Pra-Kongres Umat Islam Indonesia VI, di Gedung MPR, Jakarta, Selasa (23/12/2014).
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com — Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mendukung aksi para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menolak pelimpahan kasus dugaan rekening gendut Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.

Hal tersebut disampaikan Din seusai menutup rangkaian acara Puncak Pertemuan Pemimpin Muslim dan Buddha di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2015).

"Saya setuju dan mengapresiasi aksi protes pegawai KPK terhadap pimpinannya yang melimpahkan kasus Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung," kata Din. [Baca: Pegawai KPK Tolak Pelimpahan Kasus Budi Gunawan]

Din menyatakan, sikapnya ini tak berkaitan dengan kasus seseorang. Namun, secara umum, dia tidak setuju dengan adanya pelimpahan kasus dari instansi satu ke instansi penegak hukum yang lain, seperti dari KPK ke Kejaksaan Agung.

"Ini (pelimpahan kasus) bisa menjadi preseden buruk bagi upaya penegakan hukum antikorupsi. Nanti ada hal-hal tertentu, masalah tertentu, terus dilimpahkan. Padahal, KPK adalah produk reformasi yang dibentuk karena Polri dan Kejaksaan belum maksimal memberantas korupsi," lanjut Din.

Menurut Din, KPK semestinya memilih satu sikap, menghentikan kasus tersebut atau melanjutkan proses hukum jika KPK yakin dan memiliki bukti-bukti kuat untuk menetapkan status tersangka terhadap seseorang.

"Kalau kemarin ada keputusan praperadilan yang memutuskan dan menyalahkan keputusan KPK yang men-tersangka-kan seseorang, selanjutnya terserah KPK, akan batalkan, atau dia teruskan. Katanya diteruskan, tetapi (malah) dilimpahkan. Ini namanya cuci tangan. Ini tidak baik," tandas Din.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.