Kompas.com - 15/02/2015, 14:44 WIB
Warga Kota Kupang antusias membeli pakaian bekas impor dari luar negeri di Pasar Kasih Naikoten 1 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/2/2015) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereWarga Kota Kupang antusias membeli pakaian bekas impor dari luar negeri di Pasar Kasih Naikoten 1 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/2/2015)
|
EditorGlori K. Wadrianto
KOLAKA, KOMPAS.com - Pasar khusus pakaian bekas di Kolaka, Sulawesi Tenggara, hingga saat ini tetap dipadati pengunjung. Larangan dari pemerintah mengenai penjualan pakaian bekas tidak diindahkan oleh penjual, pembeli, dan bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka.

Irma, misalnya. Salah satu penjual yang ada di pasar pakaian bekas Kolaka tersebut berpendapat, jika larangan tersebut mutlak berlaku di Kolaka, maka akan ada banyak warga yang kehilangan mata pencarian.

“Kalau memang dilarang kita mau kerja apalagi pak. Dan memang juga belum ada imbauan dari pemerintah setempat. Kalau larangan dari pemerintah pusat itu memang kita sudah dengan di televisi. Tapi kan masalahnya adalah kalau dilarang total kita semua kerja apa. Mungkin bagusnya ada solusi yang diberikan kepada kami,” kata Irma, Minggu (15/02/2015).

Senada dengan Irma, pedagang lainnya Amin,  mengatakan, sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini belum ada pelanggan pakaian bekas yang mengeluh terkena penyakit akibat memakai pakaian bekas.

“Ini kan menandakan memang tidak berbahaya. Jadi pada intinya kita tetap menjual pakaian bekas ini,” tegas dia.

Para pedagang mengaku, sekali membuka 'ball' (ikatan karung besar dalam jumlah yang banyak) bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Meski, harga belinya pun mencapai jutaan rupiah.

Di Kolaka dua hari khusus bagi warga untuk berburu pakaian bekas itu, yaitu hari Jumat dan Minggu. Dalam hari tertentu ini, ratusan masyarakat berjibaku mencari pakaian bekas. Pengunjungnya pun datang malai dari pekerja kasar hingga pejabat dan anggota DPRD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tempat yang sama, salah satu pelanggan bernama Ikbal berpendapat, pelarangan menjual pakaian bekas bukan bagian dari solusi. Seharusnya, pemerintah memberikan solusi yang tepat pada pedagang.

“Lagian juga pakain bekas itu kualitasnya bagus dengan harga terjangkau, beda dengan pakaian yang dijual di toko-toko,” kata Ikbal.

Hingga saat ini, petugas Dinas Koperasi dan Perdagangan Kolaka belum bisa memberikan kepastian apakah akan menutup pasar pakaian bekas di Kolaka. “Belum ada perintah pak untuk menutup atau langkah apa yang akan diambil. Jadi sejauh ini memang kita tidak bertindak,” kata salah satu staf Dinas Koperindag Kolaka yang namanya enggan disebutkan saat dihubungi melalui telepon.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.