Tempat Karaoke Dibangun di Kawasan Pesantren, Warga Demo

Kompas.com - 29/01/2015, 17:05 WIB
Satpol PP saat menyegel bangunan rumah karaoke. KOMPAS.com/Slamet PriyatinSatpol PP saat menyegel bangunan rumah karaoke.
|
EditorCaroline Damanik

KENDAL, KOMPAS.com — Puluhan warga Desa Jambearum, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, mendatangi kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Kendal, Kamis (29/1/2015).

Warga mempertanyakan izin pembangunan tempat karaoke yang ada di desanya. Menurut salah satu anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Jambearum Patebon, Murwoto, warga menolak pembangunan tempat karaoke.

Pasalnya, tempat karaoke dinilai mendatangkan maksiat. Sementara itu, menurut Murwoto, Desa Jambearum adalah desa santri karena banyak tempat pesantren. Warga khawatir tempat karaoke itu mengotori otak generasi muda.

"Setahu saya, pembangunan tempat karaoke itu belum mempunyai izin. Sebab, warga sekitar belum ada yang tanda tangan," kata Murwoto.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Desa Jambearum, Sri Purwanti. Menurut Sri, seharusnya pembangunan tempat karaoke tesebut dihentikan.

"Warga pernah melapor ke Satpol PP Kendal dan dihentikan dengan memberi tanda police line. Tapi, sekitar empat jam kemudian, pita police line itu dipreteli dan mereka kembali melanjutkan pembangunan tempat itu," ujarnya.

Sri mengaku, supaya tidak ada gejolak dari warga yang bisa merugikan semua pihak, dia meminta supaya pembangunan itu dihentikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait dengan hal itu, Kepala BPMPT Alex Supriyono mengaku bahwa dirinya belum mengeluarkan surat izin lingkungan maupun izin mendirikan bangunan (IMB). Pihaknya, tambah Alex, baru mengeluarkan izin prinsip.

"Izin prinsip itu hanya surat untuk mengurus izin lingkungan dan IMB," ujarnya.

Menurut Alex, pihaknya baru bisa mengeluarkan surat izin lingkungan setelah ada surat rekomendasi dari Badan Lingkungan Kendal (BLK). Mengenai IMB, lanjutnya, baru keluar setelah ada persetujuan dari masyarakat sekitar.

"Nanti kami akan memberi teguran kepada pihak yang membangun. Seharusnya, dia tidak boleh membangun dulu," tuturnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.