Dugaan Korupsi, Dua Mantan Wali Kota Semarang Diperiksa

Kompas.com - 28/01/2015, 14:03 WIB
Dua Mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip (kiri) dan Soemarmo HS (kanan) terlihat akur di sela-sela pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Semarang, Rabu (28/1/2015) Kompas.com/Nazar NurdinDua Mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip (kiri) dan Soemarmo HS (kanan) terlihat akur di sela-sela pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Semarang, Rabu (28/1/2015)
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com - Dua orang mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip dan Soemarmo HS diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Semarang, Rabu (28/1/2015) siang. Keduanya dimintai keterangan terkait kasus korupsi Semarang Pesona Asia (SPA) tahun 2007.

Sukawi menjadi Wali Kota dua periode, antara 2000-2005 dan 2005-2010. Sementara Soemarmo menjadi Wali Kota tahun 2010-2012. Soemarmo tidak penuh menjalani jabatannya karena pernah tersandung kasus suap RAPBD Kota Semarang yang disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan data kehadiran di lobi kantor Kejaksaan, Soemarmo datang pukul 08.30 WIB. Dia meninggalkan kartu identitasnya barupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sementara Sukawi tak meninggalkan paraf di daftar absen tamu kejaksaan.

Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan di dua tempat terpisah. Pemeriksaan dilakukan di tempat tertutup, pada ruang Staf Pidana Khusus dan ruang Ekspose perkara.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Semarang, Arifin Arsyad membenarkan pemeriksaan mantan dua mantan orang nomor satu di Kota Semarang tersebut. Namun, dia enggan menanggapi lebih jauh pemeriksaannya seperti apa.

"Saya no comment aja. Nanti langsung ke Pak Kajari saja ya," ujar Arifin, siang tadi.

Baik Sukawi maupun Soemarmo terpantau menjalani pemeriksaan. Soemarmo diperiksa jaksa penyidik bernama Harwanti, sementara Sukawi belum jelas siapa penyidiknya. Di sela-sela pemeriksaan, keduanya kompak keluar untuk buang air kecil.

Keduanya terlihat bersama-sama, meski sebelumnya hubungan keduanya sempat diwarnai ketegangan. "Nanti saja ya wawancaranya. Ini masih belum selesai, nanti saja kalau sudah," kata Soemarmo, disusul ucapan serupa dari Sukawi.

Keduanya diperiksa berkaitan dengan temuan penyidik soal anggaran ganda dalam kasus SPA. Kejaksaan telah menetapkan pejabat Kota Semarang berinisial H sebagai tersangka. Diketahui pula jika H adalah Sekretaris Panitia SPA.

Sementara Soemarmo adalah ketua panitia, sementara Sukawi sebagai penanggungjawab pelaksanaan SPA. SPA merupakan program unggulan Pemkot Semarang yang kala itu untuk menarik wisawatan mengunjungi Semarang.

Program SPA pun dipersiapkan dengan bantuan dana APBD Kota Semarang sebesar Rp 3,5 miliar. Namun, penyidik menemukan kejanggalan. Pada pelaksanaan program SPA, kejaksaan mendapati anggaran ganda, karena mendapat kucuran dana dari sponsor.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Mau Jualan Sekuatnya, Rezeki Banyak atau Sedikit, Tetap Disyukuri'

"Saya Mau Jualan Sekuatnya, Rezeki Banyak atau Sedikit, Tetap Disyukuri"

Regional
170 Petani Sumut Jalan Kaki ke Jakarta: Kami Dianggap Gila, tapi Negara yang Buat seperti Ini

170 Petani Sumut Jalan Kaki ke Jakarta: Kami Dianggap Gila, tapi Negara yang Buat seperti Ini

Regional
Kebun Raya Cibodas Dikunjungi 5.000 Orang, Gugus Tugas Khawatir Jadi Klaster Baru

Kebun Raya Cibodas Dikunjungi 5.000 Orang, Gugus Tugas Khawatir Jadi Klaster Baru

Regional
11 Tenaga Medis dan 2 Anggota Satpol PP di Banyumas Positif Corona

11 Tenaga Medis dan 2 Anggota Satpol PP di Banyumas Positif Corona

Regional
Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Regional
Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Regional
Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Regional
Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Regional
1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

Regional
Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Regional
Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Regional
Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

Regional
Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Regional
Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X