Kompas.com - 30/12/2014, 09:19 WIB
seorang petugas memeriksa tiket penumpang paket wisata perjalanan kereta api dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang. kompas.com/ syahrul munirseorang petugas memeriksa tiket penumpang paket wisata perjalanan kereta api dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

AMBARAWA, KOMPAS.com - PT KAI terbilang cukup sukses dalam melaksanakan proyek reaktivasi jalur kereta api (KA) Stasiun Kedungjati, Kabupaten Grobogan, hingga Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang. Meski belum seratus persen, secara kasat mata sudah terlihat hasilnya.

Lebih dari lima ratus bangunan yang sebagian besar adalah permukiman, saat ini sudah bersih dari bantaran rel jalur heritage tersebut. Sejumlah stasiun lama juga direvitalisasi demi menghidupkan jalur kereta tertua yang lama mati suri ini. Rencananya, setelah proyek reaktivasi jalur Kedungjati-Ambarawa, PT KAI menargetkan pengoperasian jalur KA Ambarawa terhubung dengan jalur reguler hingga Jakarta.

Konsultan Pengawas Proyek reaktifasi jalur kereta api (KA) Stasiun Kedungjati-Tuntang, PT Dardela, Arista Gunawan mengatakan, dari sisi teknis pekerjaan sudah baik dan sesuai yang ditentukan. Sebanyak 27 paket pekerjaan mulai dari stasiun Kedungjati hingga Stasiun Tuntang, Desember 2014 ini sudah selesai.

Namun, permasalahan baru muncul. Pihaknya kini justru mewaspadai terjadinya longsoran tanah dan labil dari bekas timbunan sampah dan kolam tinja atau septiktank. Sepanjang 36.7 kilometer jalur ini, diperkirakan ada ratusan kolam tinja bekas permukiman warga.

“Kami mewaspadai adanya kantong-kantong air dari bekas septiktank yang dulunya milik rumah warga yang berukuran besar. Ini menjadi membahayakan, sebab setelah dilakukan pengeprasan tanah posisi septiktank ada di atas dan rel kereta ada di bawahnya. Bisa jadi sewaktu-waktu jebol,” kata Arista, Senin (29/12/2014).

Pihaknya sebenarnya telah menyiapkan rekayasa untuk mengatasi masalah tersebut, dengan pemasangan retaining wall atau talut. Hanya saja, belum semua jalur yang di kanan dan kiri rel berbukit itu dipasang retaining wall. Sebab, belum ada anggaran dan keterbatasan waktu.

“Dalam perencanaan memang sudah kita proteksi dengan retaining wall agar nantinya setelah KA dioperasikan tidak terjadi longsoran. Tapi belum semua dipasang retaining wall,” jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain bahaya akibat jebolnya septiktank, pihaknya juga mewaspadai kawasan di sekitar stasiun Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Sebab, tanah tersebut bekas pasar dan dulunya untuk menimbun segala macam sampah, sehingga tanahnya menjadi gembur. Jika tidak ditangani secara baik rel bisa amblas.

Sebenarnya, masalah ini sudah diatasi dengan cara mengeruk tanah yang lama diganti dengan tanah baru. “Kalau longsor sekalian malah bisa ketahuan. Jadi kita tahu kondisinya dan bisa diperbaiki. Sehingga nantinya bisa lebih bagus ketika sudah dioperasikan,” kata Arista.

Pihaknya meminta bentuan dari masyarakat untuk ikut mengawasi jika ada kekurangan atau masalah teknis, agar segera melaporkan, sehingga cepat diperbaiki. Dia meminta agar laporan tersebut valid dengan bukti atau data-data pendukung, sehingga tidak merugikan kontraktor.

“Kalau curiga boleh saja, kalau terbukti ya dibongkar dan diperbaiki. Tetapi kalau tuduhan itu salah dan sudah terlanjur dibongkar. Lalu siapa yang akan mengganti perbaikannya,” ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.