Kompas.com - 07/11/2014, 18:45 WIB
Ribuan santri bersama warga Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, menggelar sembahyang meminta hujan karena kemarau berkepanjangan, Jumat (7/11/2014). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANRibuan santri bersama warga Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, menggelar sembahyang meminta hujan karena kemarau berkepanjangan, Jumat (7/11/2014).
|
EditorCaroline Damanik

PAMEKASAN, KOMPAS.com
- Ribuan santri dan warga Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, menggelar sembahyang minta hujan di lapangan desa setempat, Jumat (7/11/2014). Kegiatan itu juga diikuti beberapa ulama pondok pesantren dari berbagai kecamatan lainnya.

Seluruh jemaah melakukan shalat berpakaian serba putih. Sebelum shalat digelar, berbagai macam doa dibaca sambil menunggu warga dan santri untuk berkumpul. Setelah rampung, ribuan jemaah langsung menghadap arah kiblat untuk menggelar shalat.

Beberapa pakaian santri dan warga dikenakan dalam keadaan serba terbalik, seperti baju, sarung, songkok dan sajadah. Usai shalat, jemaah kembali menggelar doa dan tahlil bersama.

Shalat meminta hujan ini, menurut Abdul Kadir, salah satu pengurus pesantren di Palengaan, digelar karena masyarakat sudah melakukan beberapa upaya namun kekeringan tetap saja terjadi.

Masyarakat dan pesantren saat ini sangat membutuhkan air. Sehingga jalan terakhir dengan cara solat meminta hujan.

"Ini sudah ada dalam ajaran Islam dan kami diperintahkan oleh para ulama untuk menggelar solat meminta hujan," ungkap Abdul Kadir.

Selain menggelar shalat ini, para ulama juga mengimbau seluruh warga dan santri untuk meningkatkan ibadah dan permohonan kepada Allah dalam setiap ibadah. Menurut dia, keterlambatan turunnya hujan juga karena disebabkan banyak manusia yang lalai terhadap ibadah dan banyaknya dosa yang dikerjakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Badrud Tamam, salah satu santri mengaku sampai saat ini di pondoknya sangat kekurangan air bersih. Para santri jatah mandinya dikurangi. Bahkan sehari hanya cukup berwudhu saja jika keadaan benar-benar kritis. Sementara itu, cucian dikirimkan ke rumahnya agar dicuci orang tuanya.

"Air sungai yang biasa digunakan santri mandi sekarang tidak hanya berwarna hijau, tapi sudah menghitam. Kalau mandi di sungai, dipastikan akan terkena penyakit kulit," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X