Dituduh Perkosa PRT, Pejabat Pemkab Malang Minta Bukti

Kompas.com - 07/10/2014, 18:54 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorFarid Assifa
MALANG, KOMPAS.com - Dituding memperkosa gadis berusia 15 tahun, BS, seorang pejabat eselon III di Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengancam akan melaporkan balik sang korban, TN ke polisi. BS menilai, tudingan pemerkosaan yang dilontarkan TN adalah fitnah.

Sebelumnya, TN melaporkan BS ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Reskrim Polres Malang pada Senin (15/9/2014) lalu. Dia mengaku diperkosa BS di rumah anak BS di Jakarta pada November 2013 lalu. Gadis TN sendiri bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman anak BS.

BS kepada Kompas.com, Selasa (7/10/2014) mengaku terganggu oleh pemberitaan di beberapa media soal tuduhan telah memperkosa TN yang kini tinggal di Desa Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Menurut dia, tuduhan itu tidak benar.

"Semua keterangan TN itu tidak benar. Jika benar, silakan dibuktikan dan tunjukkan semua bukti-bukti yang ada," tantang BS.


Karena merasa tuduhan TN itu adalah fitnah, maka BS pun melaporkan gadis tersebut ke Polres Malang. Ia yakin aparat Polres Malang bisa membedakan antara fakta dan fitnah.

"Saya yakin, Polres Malang memahami hal itu. Selaku penegak hukum pasti mengetahui mana fakta, mana fitnah dan mana laporan palsu," tegas BS.

"Begitu juga pihak korban dan pihak yang mendampingi korban, sudah tahu apa konsekuensi jika membuat keterangan palsu. Pihak korban harus menunjukkan barang bukti yang menguatkan tuduhan itu kepada saya," tandas BS.

Dia mengaku akan menghormati proses hukum di Polres Malang. Namun penegak hukum juga lebih tahu apa yang akan dilakukan jika diketahui laporan tersebut ternyata palsu.

"Saya akan melakukan langkah hukum juga karena hal itu menyangkut nama baik saya," tegasnya.

Gadis TN dan keluarganya mendatangi Polres Malang didampingi Achmad Zuhdy Achmadi, ketua Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Malang pada Senin (6/10/2014) kemarin. Mereka datang untuk memenuhi pemeriksaan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Pihak UPPA juga memanggil tiga orang saksi, di antaranya kakak kandung korban, Anik Riwayati (25); bibinya, Tarmini dan; seorang mahasiswi Universitas Negeri Malang, Anisa Komariyan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X