Napak Tilas Rapat Damai Tumbang Anoi Digelar

Kompas.com - 04/10/2014, 00:00 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang Kompas.com/Ananda Eka PutraGubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang
|
EditorHindra Liauw
GUNUNG MAS, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, serta Majelis Adat Dayak Nasional, dan Dewan Adat Dayak Kalteng menggelar napak tilas Rapat Damai Tumbang Anoi, Jumat-Sabtu, 3-4 Oktober 2014.

"Napak tilas ini untuk mengenang peristiwa bersejarah bagi Suku Dayak yang bermakna dan penuh perdamaian," kata Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Agustin Teras Narang, Jumat (3/10) petang, di Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Damang Batu, Gunung Mas, Kalteng.

Desa itu menjadi tempat bersejarah bagi Suku Dayak karena Rapat Damai Tumbang Anoi digelar di sana pada 22 Mei-24 Juli 1894. Saat itu, rapat akbar itu dihadiri sekitar 1.000 orang dari 152 suku Dayak yang ada di Pulau Kalimantan.

Rapat itu, antara lain, menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri tradisi “mengayau” atau memenggal kepala manusia. Desa Tumbang Anoi ini berada sekitar 300 km di sebelah utara Kota Palangkaraya sebagai Ibukota Provinsi Kalteng. Wakil Bupati Gunung Mas Arthon S Dohong mengatakan, Desa Tumbang Anoi menjadi satu-satunya desa paling bersejarah bagi rekonsiliasi masyarakat suku Dayak.

"Tempat ini hampir terlupakan akibat perkembangan zaman. Inilah saatnya untuk menghidupkan kembali semangat rekonsiliasi," kata Arthon.

Kegiatan napak tilas yang digelar sejak Jumat-Sabtu itu diikuti, antara lain, oleh perwakilan Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta sejumlah Damang Ketua Adat dari setiap kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalteng.

Sedikitnya 500 orang datang untuk menghadiri napak tilas yang bertema "Penguatan Nilai-nilai Budaya Betang untuk Memperkokoh Eksistensi Utus Dayak dalam Menyukseskan Pembangunan" itu.

Pada Jumat malam, kegiatan diisi dengan penjelasan tentang sejarah rapat damai, peluncuran buku "Sejarah Kalimantan Tengah" edisi 2, "Hukum Adat Dayak Tumbang Anoi 1894", dan "Pedoman Peradilan Adat Dayak Kalteng".

Selain itu, ada pula penandatanganan perjanjian antargenerasi. Pada Sabtu (4/10), dijadwalkan adanya peresmian Kawasan Situs Budaya Peninggalan Rapat Damai Tumbang Anoi 1894 dan Desa Tumbang Anoi sebagai Desa Wisata Budaya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X