Kompas.com - 19/09/2014, 01:09 WIB
Mebel Jati Lawasan - Somad memoles mebel pesanan pelanggannya yang berbahan baku kayu jati bekas mebel lama yang direkondisi di bengkelnya di Cinangka, Sawangan, Depok. Mebel-mebel jati lama (lawasan) banyak dicari pembeli karena modelnya unik, kualitas kayunya bagus, dan harganya terjangkau. Perajin juga lebih memilih mebel lama untuk drekondisi karena pasokan kayu jati yang baru relatif sulit dan mahal. KOMPAS/IWAN SETIYAWANMebel Jati Lawasan - Somad memoles mebel pesanan pelanggannya yang berbahan baku kayu jati bekas mebel lama yang direkondisi di bengkelnya di Cinangka, Sawangan, Depok. Mebel-mebel jati lama (lawasan) banyak dicari pembeli karena modelnya unik, kualitas kayunya bagus, dan harganya terjangkau. Perajin juga lebih memilih mebel lama untuk drekondisi karena pasokan kayu jati yang baru relatif sulit dan mahal.
|
EditorFidel Ali Permana

SURABAYA, KOMPAS.com
- Sembilan kontainer kayu Jati senilai hampir Rp 1 miliar diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (20/9/2014). Kayu asal Bau Bau, Sulawesi Tenggara itu untuk bahan baku produk meubel Jepara, Jawa Tengah.

Sembilan kontainer berisi ribuan batang kayu Jati itu terbukti tidak sesuai antara bentuk fisik dan dokumen yang dibawa pengirim. Contohnya, di dokumen tertera bahwa kayu yang dikirim berukuran 19 kubik, ternyata dalam pemeriksaan terbukti 21 kubik. Di dalam dokumen juga diterangkan sebagai kayu gergajian, ternyata kayu bulat.

"Bentuk fisik kayu bulat hanya di bagian luar saja, di bagian dalam, berbentuk kayu gergajian," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Aldi Sulaiman, Kamis (20/9/2014).

Pengirim kayu tersebut, dikatakan Aldi, menyalahgunakan dokumen angkutan hutan kayu yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang. Kayu-kayu yang diangkut oleh KM Bali Tabanan tersebut diamankan saat transit di depo kontainer PT SPIL 9 di Jalan Tanjung Batu Surabaya.

Kayu tersebut oleh pengirimnya, CV ARD G, akan dikirim ke lima pemesan baik perorangan maupun lembaga usaha di Jepara Jawa Tengah, untuk kebutuhan bahan baku produk meubel.

"Seorang yang diduga pihak pengirim, saat ini masih kami periksa intensif, dan akan dikembangkan ke pihak penadah atau penerima," terangnya.

Siapa yang terbukti terlibat dalam aksi tersebut melanggar pasal 88, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun kurungan, dan denda Rp 2,5 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X