Seorang Gadis 19 Tahun Diperkosa 9 Pemuda Secara Bergiliran

Kompas.com - 22/08/2014, 18:33 WIB
Ilustrasi korban perkosaan. ShutterstockIlustrasi korban perkosaan.
EditorFarid Assifa
MELAWI, KOMPAS.com — Seorang gadis berinisial M (19) diperkosa sembilan pemuda di sebuah rumah di Desa Tanjung Lay, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Rabu (20/8/2014) dini hari.

Kapolsek Nanga Pinoh AKP Adi Nugroho mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika korban yang tinggal di kos kawasan Dusun Serundung dijemput salah satu pelaku yang berinisial DT (20) untuk dibawa ke rumah di Kilometer 5 Desa Tanjung Lay.

"Di rumah tersebut terdapat sepuluh laki-laki. Rumah ini diketahui milik Hermanus, tetapi yang menempati anak-anak itu," ujar AKP Adi, Jumat (22/8/2014) di Mapolsek Nanga Pinoh.

Setelah sampai di rumah tersebut, lanjut AKP Adi, M kemudian disuruh beristirahat di dalam kamar. Di sanalah pemerkosaan terjadi. Tersangka DT memulai aksi asusila itu, kemudian dilanjutkan secara bergiliran oleh Ar (18), Bc, Fr, Dd, dan Dk (18).

"Total ada enam orang yang melakukan persetubuhan tersebut. Yang lain, ada yang memegang tangan korban, yaitu Jn dan Yd, serta satu pelaku lagi memegang bagian dada, yaitu Hr. Jadi, ada sembilan orang yang ikut terlibat atau membantu," terangnya.
 
Sementara itu, satu rekan pelaku, yakni Rk, hanya sempat melihat sebentar dan kemudian memilih pergi. Rk saat ini masih berstatus saksi dalam kasus pemerkosaan tersebut.

Adi mengatakan, seusai kejadian pemerkosaan, korban M kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Nanga Pinoh pada pagi hari antara pukul 07.00 dan 08.00.

Korban sempat berjalan kaki dari TKP pemerkosaan hingga ke depan sebuah pesantren sebelum kemudian minta diantar oleh seorang pengendara motor.

"Tak lama setelah menerima laporan, kita langsung segera bertindak dan berhasil menahan sejumlah pelaku. Sementara itu, pelaku yang pertama menyetubuhi korban dan membawa korban ke rumah tersebut, yakni DT, masuk dalam DPO," katanya.

Menurut Adi, di antara sembilan pelaku perkosaan terdapat anak di bawah umur dan masih berstatus pelajar. Enam pelajar tersebut ada yang memang ikut menyetubuhi atau sekadar memegangi korban.

Adi Nugroho mengatakan, polisi baru menahan dua pelaku pemerkosaan karena sudah dewasa.

"Sisanya masih di bawah umur sehingga tidak dilakukan penahanan. Orangtuanya juga sudah kita panggil dan diminta untuk membuat pernyataan untuk siap menghadirkan anaknya bila diperlukan dalam pemeriksaan," katanya.

Kendati ada pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur, Adi menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Proses hukumnya tentu berbeda antara pelaku yang telah dewasa dan yang masih berstatus anak di bawah umur.

"Pelaku kami kenakan Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. Untuk yang masih di bawah umur, kami gunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak," ujarnya.

Menurut Adi, satu hari pasca-tragedi memilukan itu, satu di antara pelaku yang masuk dalam DPO, yakni DT, ternyata dikabarkan bunuh diri dengan cara gantung diri, di Kecamatan Sayan, tepatnya di Dusun Madya Raya Tengah, Desa Nanga Mancur, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. (Baca selengkapnya di: Satu dari Sembilan Pemerkosa Gadis M Dikabarkan Bunuh Diri). (ali)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Jilid 2 di Banyumas, Jam Malam Dilonggarkan, Sebagian Tempat Wisata Dibuka

PPKM Jilid 2 di Banyumas, Jam Malam Dilonggarkan, Sebagian Tempat Wisata Dibuka

Regional
Bantah Acara di Bali Langgar Protokol Kesehatan, PDI-P: Namanya Tiup Lilin Kan Harus Buka Mulut

Bantah Acara di Bali Langgar Protokol Kesehatan, PDI-P: Namanya Tiup Lilin Kan Harus Buka Mulut

Regional
Gara-gara Bangun Kesiangan, Calon Pengantin Ini Dianiaya Kerabatnya hingga Tewas

Gara-gara Bangun Kesiangan, Calon Pengantin Ini Dianiaya Kerabatnya hingga Tewas

Regional
Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak Saat Acara Jumpa Fan, Artis TikTok Diperiksa Polisi

Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak Saat Acara Jumpa Fan, Artis TikTok Diperiksa Polisi

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Ditingkatkan ke Penyidikan

Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Ditingkatkan ke Penyidikan

Regional
Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang: Saya Pakai Jilbab sejak SMP, Iman Saya Tidak Goyah

Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang: Saya Pakai Jilbab sejak SMP, Iman Saya Tidak Goyah

Regional
Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Regional
Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Regional
Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Regional
Video Viral Acara PDI-P Bali Buka Masker, Tiup Lilin, dan Suap-suapan Sendok yang Sama, Begini Penjelasannya

Video Viral Acara PDI-P Bali Buka Masker, Tiup Lilin, dan Suap-suapan Sendok yang Sama, Begini Penjelasannya

Regional
Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X