Kompas.com - 21/07/2014, 16:46 WIB
Dampak amblasnya oprit Jembatan di Pantura Comal, Pemalang, Jawa Tengah, Petugas Satlantas Polres Tegal Kota mengarahkan kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Jalur Selatan via Slawi, Bumiayu dan Purwokerto. Gambar diambil pada Jumat (18/7/2014). KOMPAS.com/Ari Himawan SaronoDampak amblasnya oprit Jembatan di Pantura Comal, Pemalang, Jawa Tengah, Petugas Satlantas Polres Tegal Kota mengarahkan kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Jalur Selatan via Slawi, Bumiayu dan Purwokerto. Gambar diambil pada Jumat (18/7/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan menyiapkan tiga jalur alternatif menyusul amblesnya Jembatan Comal, Pemalang, Jumat (18/7/2014) dini hari sekitar pukul 02.20 WIB.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, jembatan tersebut saat ini tengah diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI, pada sisi utara. Sementara jembatan Comal pada sisi selatan belum diperbaiki.

Perbaikan ini diperkirakan bisa diselesaikan pada H-3, dan ditargetkan pada saat itu sudah bisa dilalui kendaraan ringan, dan tidak untuk dilalui kendaraan berat. Setelah rampung perbaikan pada H-3, jembatan Comal sisi utara bisa dilalui arus mudik.

Namun demikian, sekarang ini Kementerian Perhubungan juga sudah menyiapkan alternatif jalur mudik. Alternatif pertama adalah jalan-jalan Kabupaten yang berlebar 4 meter. Jika melalui alternatif pertama ini, pemudik akan berputar sekitar 20 kilometer.

“Pertama yang lokal, yang boleh melalui kendaraan kecil. Macet? Pasti macet. Sekarang sedang diatur dengan koordinasi lebih baik satu arah, dan sebagainya sehingga itu bisa dilalui dengan lebih enak,” kata Bambang, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (21/7/2014).

Adapun alternatif kedua adalah jalur tengah, yang melewati Wonosobo-Temanggung, dan seterusnya. Bambang mengatakan, alternatif kedua ini pemudik harus berputar 80 kilometer.

“Alternatif ketiga, memang benar-benar mengalihkan lewat jalur lintas selatan. Untuk kendaraan berat lewat selatan,” imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa hari lalu, jembatan di Comal juga sudah ambles sedalam 20 cm, tetapi masih dapat dilalui kendaraan. Kini, menjelang datangnya arus mudik Lebaran tahun ini, jalur pantura menjadi terhambat.

Pengendara diarahkan ke selatan, begitu pun mereka yang dari arah sebaliknya. Aparat dari Polres Pemalang sudah ditugaskan untuk mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif menuju Pekalongan.

Petugas Direktorat Bina Marga juga disebutkan sudah berada di lokasi. Saat ini, jalur alternatif yang hanya bisa dilalui dari arah Jakarta yaitu melewati Ujung Gede ke arah selatan melewati Mapolsek Bodeh dan di pertigaan mengambil arah kiri.

Sementara itu, dari arah Pekalongan di pertigaan Comal Blandong, pengendara bisa mengambil arah selatan sampai Mapolsek Bodeh, lalu mengambil arah kanan dan mengikuti petunjuk arah Jakarta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.