Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Dituntut 5 Tahun Penjara

Kompas.com - 01/07/2014, 16:59 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Demak, Jawa Tengah, menuntut pidana lima tahun penjara bagi mantan Kepala Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Lutfi Latif (33).

Jaksa juga menuntut Lutfi membayar denda Rp 200 juta atau setara dengan enam bulan kurungan. “Menjatuhkan pidana pengganti sebesar Rp 330 juta. Jika dalam tempo satu bulan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap tidak bisa dikembalikan, harta bendanya akan disita. Jika tidak cukup akan diganti dengan pidana penjara dua tahun dan enam bulan,” kata Jaksa Farah Dian Wijayanti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (1/7/2014).

Lutfi diseret ke pengadilan terkait kasus korupsi Pengelolaan Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2009-2012. Pada kurun waktu tersebut, Desa Batursari semestinya mendapatkan pemasukan ratusan juta rupiah, dari sejumlah penerimaan pendapatan desa.

Di antaranya, hasil sewa tanah kekayaan desa, retribusi desa, retribusi pelayanan surat, sewa bangunan desa, penerimaan pengembalian PBB dan upah pungut PBB. Namun, dalam perkembangannya, ternyata ditemukan dugaan penyimpangan.

Jaksa mengidentifikasi pada tahun 2009, misalnya, pada alokasi hasil sewa tanah kekayaan milik desa semestinya mendapat Rp 44 juta. Namun, yang digunakan untuk desa hanya sebesar Rp 5 juta. “Sisanya, terdakwa memakainya untuk kepentingan diri sendiri,” tambah Jaksa.

Selain itu, pada pos lain juga terdapat penyimpangan, yakni pada pos penggunaan uang hasil pendapatan Pologoro Desa. Terdakwa diduga telah meminjam uang dalam pos tersebut Rp 11,8 juta tanpa adanya pengembalian.

Pos yang lain dari anggaran hasil retribusi palang atau portal desa selama tiga tahun 2009-2012, terdakwa menerima retribusi sebesar Rp 205 juta. Dari jumlah ini, hanya Rp 13 juta yang digunakan untuk desa, sisanya masuk ke kantongnya.

Pada alokasi penerimaan retribusi pelayanan surat dan penerimaan sewa bangunan desa, penerimaan pengembalian PBB dan upah pungut PBB, juga digelapkan oleh terdakwa.

Warga Dukuh Daleman RT 05 RW 03 Desa Batursari itu pun diduga telah melakukan korupsi dan merugikan keuangan desa hingga total Rp 330 juta. Jumlah kerugian itulah yang kemudian dibebankan kepada terdakwa untuk dimintakan pergantian.

Jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X