Kompas.com - 12/05/2014, 15:02 WIB
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memimpin pelantikan Walikota Makassar,Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal di pelataran Bugis Makassar Anjungan Pantai Losari. Dalam pelantikan itu, hadir Ilham Arief Sirajuddin mengenakan jas coklat menyerahkan jabatannya, sedangkan Wakil Walikota lama, Supomo Guntur tidak hadir dan menyerahkan jabatannya, Kamis (8/5/2014). KOMPAS.com/Hendra CiptoGubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memimpin pelantikan Walikota Makassar,Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal di pelataran Bugis Makassar Anjungan Pantai Losari. Dalam pelantikan itu, hadir Ilham Arief Sirajuddin mengenakan jas coklat menyerahkan jabatannya, sedangkan Wakil Walikota lama, Supomo Guntur tidak hadir dan menyerahkan jabatannya, Kamis (8/5/2014).
Penulis Icha Rastika
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Makassar yang baru, Mohamad Ramdhan Pomanto meminta KPK memantau kinerja Pemerintahan Kota Makassar di bawah kepemimpinannya.

Ramdhan mengaku punya misi dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan bebas korupsi.

"Saya sampaikan bahwa bukan hanya korupsinya yang berbahaya tapi juga memperkaya orang lainnya yang sangat berbahaya, jadi saya minta supervisi dari KPK, kalau perlu ada ruang KPK di situ untuk mengikuti kami, terserah, apa enam bulan atau setahun untuk mendampingi kami," kata Ramdhan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Dia ditemui wartawan seusai mengikuti paparan survei integritas dan rekomitmen peserta Support to Indonesia's Islands of Integrity (SIPS).

Ramdhan mengatakan, kasus dugaan korupsi kerja sama kelola dan transfer instalansi perusahaan daerah air minum (PDAM) di Makassar tahun 2006-2012 yang menjerat mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin akan menjadi pelajaran bagi Pemkot Makassar ke depannya.

Pemkot Makassar, kata Ramdhan, siap bekerjasama dengan KPK dalam mengusut kasus tersebut, termasuk jika tim penyidik KPK menggeledah kantor Pemkot.

"Saya kira proses hukum kita harus, apa yang menurut hukum baik, menurut saya transparan saja," ucapnya.

Selebihnya mengenai kasus dugaan korupsi kerjasama kelola dan transfer instalansi PDAM tersebut, Ramdhan mengaku tidak tahu. Dia pun berjanji semua kerjasama nantinya akan dilakukan secara transparan, terbuka, dan melibatkan banyak pihak.

"Contoh terbakarnya pasar sentral kemarin, saya mulai dengan transparan, semua transparan, jangan ada yang enggak transparan di sini, itu saja yang bisa saya lakukan," ujarnya.

KPK mengumumkan penetapan Ilham sebagai tersangka sehari sebelum dia serah terima jabatan dengan Ramdhan.

Selain Ilham, KPK menetapkan Direktur PT Traya Tirta Makassar Hengky Widjaja dalam kasus yang sama. Diduga, akibat perbuatan keduanya, negara mengalami kerugian sekitar Rp 38,1 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X